Valbury: Emas Jadi Primadona Para Investor


Valbury: Emas Jadi Primadona Para Investor

WE Online, Semarang - Perusahaan berjangka PT Valbury Asia Futures menyatakan komoditas emas menjadi primadona para investor menyusul turunnya harga minyak mentah dunia.

"Akibat penurunan harga minyak mentah dunia yang hingga saat ini masih di kisaran 30 dolar AS/barel, investor maupun spekulan beralih ke emas," kata Vice President PT Valbury Asia Futures Willy Leo Santiko di Semarang, Rabu (3/2/2016).

Menurut dia, sejak beberapa bulan terakhir ini harga emas di pasar saham terus meningkat. Jika sebelumnya di level 1.030-1.040 dolar AS/troy ounce untuk saat ini berada di kisaran 1.100 dolar AS/troy ounce.

"Banyak pelaku pasar beralih investasi emas untuk lindung nilai yang paling efektif, ini prospektif untuk emas bisa naik," katanya.

Bahkan, pihaknya memprediksi, level tersebut akan terus meningkat mengingat hingga saat ini antusiasme para investor untuk berinvestasi emas masih cukup tinggi.

"Paling tidak bisa mencapai 1.200 dolar AS/troy ounce. Tidak menutup kemungkinan juga bisa kembali ke tahun 2012 yaitu hampir mencapai 2.000 dolar AS/troy ounce," katanya.

Sementara itu, terkait dengan harga minyak mentah dunia, Willy memprediksi penurunan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak lama.

"Bagi beberapa negara termasuk Indonesia, harga ini tidak ideal. Penurunan ini akan mengancam pertumbuhan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia," katanya.

Menurut dia, penurunan minyak mentah dunia tersebut akibat pasokan yang meningkat khususnya dari negara-negara  penghasil minyak terbesar di dunia. Normalnya, harganya minyak mentah dunia di kisaran 80-90 dolar AS/barel.

Sumber : wartaekonomi