Emas dan dolar AS merupakan dua instrumen yang sering menjadi acuan utama dalam analisis pasar global. Banyak trader melihatnya sebagai “dua kutub” yang bergerak berlawanan arah. Namun, hubungan ini tidak sesederhana yang terlihat—ada elemen indeks dolar (DXY), kebijakan moneter The Fed, kondisi geopolitik, hingga sentimen risiko global yang membentuk korelasi ini.
Artikel ini membahas hubungan inverse antara emas dan dolar AS secara historis dan praktikal, termasuk studi kasus tahun 2020 dan 2024, serta analisis berbasis riset agar kamu memahami cara menerapkannya dalam strategi trading harian.
Mengapa Harga Emas dan Dolar AS Berkorelasi Terbalik?
Secara umum, emas dan dolar AS menunjukkan hubungan inverse (berlawanan arah). Ada beberapa alasan utama:
1. Emas dihargai dalam dolar AS (USD-denominated asset)
Ketika dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Permintaan melemah, harga pun cenderung turun.
Sebaliknya, saat dolar melemah, emas menjadi lebih mudah diakses secara global dan harga naik.
2. Perbedaan persepsi risiko: dolar = likuiditas, emas = safe haven
- Dalam situasi krisis finansial, repatriasi dolar meningkat → USD menguat.
- Dalam ketidakpastian jangka panjang, investor mencari lindung nilai → emas menguat.
Keduanya sama-sama dianggap aset aman, namun dipilih dalam konteks risiko yang berbeda.
3. Peran Indeks Dolar (DXY) sebagai barometer kekuatan USD
DXY mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama.
Korelasi negatif antara XAU/USD dan DXY historisnya berada pada kisaran –0.4 hingga –0.8 menurut penelitian komoditas internasional.
Ini artinya:
Saat DXY naik → XAU/USD sering bergerak turun
Saat DXY turun → XAU/USD cenderung naik
Temuan ini dipertegas dalam studi jangka panjang mengenai emas dan USD (Wang et al., International Review of Economics & Finance, 2011).
Bagaimana Kebijakan The Fed Mempengaruhi Harga Emas?
Keputusan suku bunga Federal Reserve adalah faktor fundamental paling besar dalam menentukan arah USD dan emas.
1. Kenaikan suku bunga (hawkish) → USD menguat → emas melemah
- Yield obligasi naik → emas kalah menarik (tidak memberikan imbal hasil).
- Investor memilih aset berbasis USD.
2. Penurunan suku bunga (dovish) → USD melemah → emas naik
- Likuiditas meningkat.
- Risiko inflasi naik, sehingga emas menjadi hedging.
Penelitian Journal of International Money and Finance (Ca’ Zorzi & Schnabel, 2020) menunjukkan bahwa ekspektasi suku bunga memiliki korelasi signifikan dengan pergerakan harga emas.
Contoh Praktikal dalam Sejarah Pasar
Kasus 1: Tahun 2020 – Krisis Covid-19
- The Fed menurunkan suku bunga ke 0–0,25%.
- Stimulus moneter terbesar dalam sejarah AS.
- USD melemah signifikan (DXY turun dari 102 → 89).
- Emas melonjak ke $2.070, rekor saat itu.
Kesimpulan: pelemahan USD akibat kebijakan moneter ultra-longgar memicu reli emas.
Kasus 2: Tahun 2024 – Inflasi AS kembali naik, Fed tahan suku bunga
- Tingkat inflasi bertahan lebih tinggi dari ekspektasi.
- The Fed menunda pemotongan suku bunga.
- DXY bertahan kuat di area 103–107.
- Tekanan jual menghantam XAU/USD hingga kembali ke area $1.990–$2.020.
Kesimpulan: ekspektasi suku bunga tinggi menjaga kekuatan dolar, menekan harga emas.
People Also Asked: Jawaban Paling Dicari Trader
1. Mengapa harga emas turun saat dolar AS naik?
Karena emas dihargai dalam USD. Ketika USD menguat, emas menjadi lebih mahal untuk pembeli internasional sehingga permintaan menurun.
2. Apa hubungan indeks dolar dan harga emas?
DXY mengukur kekuatan USD. Jika DXY naik, emas cenderung turun. Korelasi negatif ini telah terbukti dalam banyak studi empiris pasar komoditas.
3. Bagaimana kebijakan The Fed mempengaruhi emas?
Jika The Fed menaikkan suku bunga → USD menguat → emas tertekan.
Jika The Fed menurunkan suku bunga → USD melemah → emas menguat.
Grafik Korelasi DXY vs XAU/USD (Valbury Research)
Contoh grafik historis dapat ditampilkan menggunakan dataset Valbury Research, memperlihatkan pergerakan berlawanan antara indeks dolar dan harga emas dalam periode 5 tahun terakhir.
Memahami Korelasi Emas–Dolar untuk Strategi Trading yang Lebih Tajam
Memahami hubungan emas dan dolar AS adalah fondasi penting untuk trader yang ingin membaca kondisi pasar global secara lebih akurat. Korelasi inverse antara keduanya terbukti dalam berbagai periode—baik saat pasar krisis maupun ketika ekonomi stabil. Faktor seperti kebijakan moneter The Fed, kekuatan indeks DXY, arus likuiditas global, dan sentimen risiko menjadi penentu utama pergerakannya.
Dengan analisis yang tepat, trader dapat memanfaatkan hubungan ini untuk menyusun strategi entry–exit yang lebih presisi, terutama pada saat rilis data makro AS seperti FOMC, CPI, atau Non-Farm Payroll (NFP).
Mulai Analisis Pasar Lebih Mendalam dengan Valbury
Dapatkan akses ke riset harian, analisis teknikal, dan pembaruan fundamental yang membantu kamu memahami dinamika emas, dolar AS, dan instrumen forex lainnya.
Pelajari selengkapnya di Valbury Research dan mulai perjalanan trading yang lebih terarah dan berbasis data.
Referensi
- Wang, K., Lee, Y., & Thi, T. (2011). The relationship between gold and the U.S. dollar. International Review of Economics & Finance.
- Ca’ Zorzi, M., & Schnabel, I. (2020). Monetary Policy and Commodity Prices. Journal of International Money and Finance.
- Reboredo, J.C. (2013). Is gold a safe haven or a hedge? Journal of Banking & Finance.