- Emas Antam 1 gram turun ke Rp2.570.000, melemah dari posisi sebelumnya Rp2.584.000
- Emas global (XAU/USD) terkoreksi ke sekitar USD 4.432 per ons, turun ±0,5% setelah gagal bertahan di atas USD 4.500.
- Sentimen domestik tetap kuat didukung cadangan devisa USD156,0 miliar dan pertumbuhan M0 16,8% (yoy), sementara pasar global masih berhati-hati jelang rilis NFP.
Harga emas batangan Antam pada Kamis, 8 Januari 2026 tercatat stabil cenderung terkoreksi tipis, di tengah kehati-hatian pasar global menjelang rilis data tenaga kerja utama Amerika Serikat. Emas Antam 1 gram dipatok Rp2.570.000, atau Rp2.576.425 setelah pajak PPh 0,25%, turun dari posisi sebelumnya Rp2.584.000 (atau Rp2.590.460 termasuk PPh).
Harga di berbagai pecahan relatif konsisten, dengan emas 2 gram di Rp5.080.000, 5 gram Rp12.625.000, dan 10 gram Rp25.195.000 (harga dasar). Ketahanan harga ini mencerminkan minat lindung nilai yang tetap terjaga, meski ruang penguatan jangka pendek masih terbatas mengikuti dinamika emas global dan pergerakan dolar AS.
Dari pasar global, harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah terbatas dan terakhir diperdagangkan di kisaran USD 4.432 per ons, turun sekitar 0,5% pada sesi Asia. Koreksi ini terjadi setelah emas gagal bertahan di atas USD 4.500, di tengah dolar AS yang relatif stabil dan pasar yang masih menunggu kepastian dari data tenaga kerja Amerika Serikat.
Dari dalam negeri, sentimen stabilitas didukung oleh cadangan devisa Indonesia yang melonjak ke USD156,0 miliar pada Desember 2025, naik dari USD150,1 miliar bulan sebelumnya. Likuiditas domestik juga menguat, dengan Uang Primer (M0) adjusted tumbuh 16,8% (yoy) menjadi Rp2.367,8 triliun, mempertebal bantalan stabilitas makro.
Dari eksternal, meningkatnya ketegangan geopolitik – termasuk isu Greenland dan dinamika pasokan minyak Venezuela – serta data ekonomi AS yang bercampur turut menjaga daya tarik emas. PMI Jasa ISM naik ke 54,4 pada Desember dari 52,6, sementara lowongan kerja JOLTS turun ke sekitar 7,1 juta dari 7,44 juta, menandakan pendinginan bertahap pasar tenaga kerja AS dan menjaga pasar tetap berhati-hati menjelang rilis Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat.
Emas Global Terkoreksi Moderat, Struktur Ascending Triangle Tetap Terjaga

Dari sudut pandang teknis, emas global (XAU/USD) pada Kamis bergerak terkoreksi moderat namun tetap berada dalam struktur tren naik jangka menengah. Harga terakhir diperdagangkan di area USD 4.428-4.430, melemah sekitar 0,6% dari sesi sebelumnya, setelah kembali gagal mempertahankan dorongan di dekat batas atas Ascending Triangle.
Secara struktur, pergerakan harga masih berada dalam pola Ascending Triangle yang terbentuk sejak Oktober. Garis tren bawah yang menanjak terus berfungsi sebagai support dinamis, sementara area horizontal di kisaran USD 4.520-4.560 menjadi zona resistance utama yang berulang kali menahan kenaikan. Penolakan harga di area atas pola ini menunjukkan bahwa pasar tengah menakar ulang ruang lanjutan rally, bukan menandai perubahan arah tren utama.
Dari sisi moving average, Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang berada di sekitar USD 3.987 terus menanjak dan tetap berada cukup jauh di bawah harga saat ini. Kondisi ini menegaskan bahwa bias tren besar masih bullish, dengan ruang koreksi yang relatif lebar tanpa merusak struktur kenaikan jangka menengah. Selama harga bertahan di atas area USD 4.300-4.320, tekanan jual masih dapat dibaca sebagai koreksi sehat.
Momentum osilator menunjukkan pendinginan lanjutan. Relative Strength Index (RSI) harian turun ke kisaran 58-59, setelah sebelumnya berada di area overbought. Pelemahan RSI ini mengindikasikan hilangnya momentum jangka pendek, namun belum mengarah ke kondisi bearish. Selama RSI bertahan di atas area netral 50, peluang konsolidasi atau koreksi terbatas masih lebih dominan dibandingkan pembalikan tren.
Secara keseluruhan, emas berada dalam fase konsolidasi menurun ringan di dalam tren naik. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di atas support channel, sembari pasar menunggu katalis lanjutan dari data tenaga kerja Amerika Serikat dan dinamika dolar AS.