Dalam perjalanan seorang trader, profit bukan satu-satunya cerita. Ada fase naik, ada fase turun—dan di antara keduanya terdapat satu metrik yang sering disalahpahami: drawdown. Banyak trader pemula langsung panik ketika melihat ekuitas menurun, sementara trader berpengalaman justru menjadikannya alat evaluasi. Artikel ini membahas apa itu drawdown, perbedaan drawdown normal vs berbahaya, serta psikologi loss dan cara mengelolanya secara sehat—tanpa menakut-nakuti, namun tetap realistis.
Apa Itu Drawdown dalam Trading?
Drawdown adalah penurunan ekuitas dari puncak (peak) ke titik terendah (trough) dalam periode tertentu, biasanya dinyatakan dalam persentase. Drawdown bukan kerugian tunggal pada satu posisi, melainkan akumulasi penurunan nilai akun sebelum kembali pulih atau mencetak puncak baru.
Contoh singkat:
Jika ekuitas akun naik ke USD 10.000, lalu turun ke USD 9.000, maka drawdown = 10%.
Intinya: drawdown mengukur seberapa dalam akun pernah turun, bukan seberapa sering Anda rugi.
Drawdown Normal vs Drawdown Berbahaya
Tidak semua drawdown itu buruk. Tantangannya adalah membedakan yang wajar dan yang berisiko.
1) Drawdown Normal
- Terjadi sebagai bagian dari probabilitas strategi
- Masih sesuai rencana risk management
- Tidak memicu perubahan emosi ekstrem atau pengambilan keputusan impulsif
Banyak strategi profesional tetap mengalami drawdown 5–15% sebelum kembali pulih.
2) Drawdown Berbahaya
- Melebihi batas toleransi risiko yang direncanakan
- Disertai overtrading, menaikkan lot untuk “balas dendam”
- Menggerus kepercayaan diri dan disiplin sistem
Secara matematis, semakin dalam drawdown, semakin besar persentase profit yang dibutuhkan untuk pulih. Drawdown 50% membutuhkan 100% return hanya untuk kembali ke titik awal—ini yang membuatnya berbahaya.
Psikologi Loss: Mengapa Drawdown Terasa Lebih Menyakitkan?
Dalam keuangan, perilaku manusia cenderung merasakan sakit akibat rugi lebih kuat daripada senang akibat untung (loss aversion). Akibatnya:
- Trader mudah menghindari cut loss
- Fokus berpindah dari proses ke hasil jangka pendek
- Emosi mengambil alih sistem
Penelitian klasik Kahneman & Tversky menunjukkan bahwa bias ini sistematis, bukan kelemahan personal. Artinya, mengelola drawdown juga berarti mengelola respons psikologis—bukan sekadar angka di layar.
Apakah Drawdown Selalu Buruk?
Tidak. Drawdown adalah bagian tak terpisahkan dari trading yang realistis. Strategi tanpa drawdown hampir pasti ilusi (overfitting atau risiko tersembunyi). Yang penting adalah:
- Apakah drawdown terkendali?
- Apakah masih sesuai ekspektasi statistik strategi?
- Apakah Anda tetap disiplin saat drawdown terjadi?
Banyak fund manager justru menilai kualitas strategi dari maximum drawdown dan waktu pemulihan (recovery time), bukan dari profit semata.
Drawdown Aman Berapa Persen?
Tidak ada angka sakral untuk semua trader, namun panduan praktis berikut sering digunakan:
- Konservatif: 5–10%
- Moderat: 10–20%
- Agresif: >20% (perlu kontrol psikologi & modal sangat kuat)
Yang terpenting bukan angkanya, melainkan konsistensi antara drawdown, ukuran risiko per trade, dan profil psikologis Anda.
Cara Pulih dari Drawdown Secara Sehat
Berikut pendekatan yang berfokus pada risk & mindset balance:
- Turunkan risiko, bukan frekuensi berpikir
Kurangi lot sementara, tetap jalankan sistem. - Evaluasi proses, bukan emosi
Cek: apakah loss berasal dari market condition atau pelanggaran rule? - Jaga ekspektasi realistis
Recovery adalah maraton, bukan sprint. - Pisahkan identitas diri dari hasil trading
Drawdown ≠ kegagalan personal. - Gunakan jurnal trading
Data menenangkan pikiran lebih efektif daripada intuisi saat emosi tinggi.
People Also Asked (PAA)
Apa itu drawdown?
Penurunan nilai akun dari puncak ke titik terendah sebelum pulih kembali, biasanya dinyatakan dalam persen.
Drawdown aman berapa persen?
Umumnya 5–20%, tergantung profil risiko dan strategi. Yang krusial adalah konsistensi dengan rencana awal.
Apakah drawdown selalu buruk?
Tidak. Drawdown adalah bagian normal dari trading yang sehat dan realistis.
Cara pulih dari drawdown?
Turunkan risiko, evaluasi sistem secara objektif, jaga disiplin, dan kelola psikologi loss.
Drawdown bukan musuh, melainkan cermin kualitas manajemen risiko dan ketahanan mental trader. Trader yang dewasa tidak berusaha menghilangkan drawdown, tetapi mengelolanya secara sadar dan sehat. Dengan mindset yang tepat, drawdown berubah dari sumber ketakutan menjadi alat pembelajaran dan kontrol risiko.
Jika Anda ingin mempraktikkan pengelolaan risiko dan memahami dinamika drawdown secara objektif, Anda dapat memulainya melalui akun demo gratis di Valbury Asia Futures, yang memungkinkan trader menguji strategi dan manajemen risiko tanpa eksposur dana riil. Valbury juga menyediakan e-book edukasi trading sebagai referensi pembelajaran terstruktur mengenai risk management dan mindset trading, sehingga proses pengambilan keputusan dapat dibangun berdasarkan pemahaman, disiplin, dan perencanaan jangka panjang—bukan spekulasi atau dorongan emosional.
Referensi Ilmiah
- Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk. Econometrica, 47(2), 263–291.
- Barberis, N., Shleifer, A., & Vishny, R. (1998). A Model of Investor Sentiment. Journal of Finance, 54(2), 307–343.
- Vince, R. (1990). Optimal f: The Mathematical Formulation of Money Management. Journal of Portfolio Management, 16(3), 1–7.

