- Harga Perak naik mendekati $73,85 di awal perdagangan sesi Eropa hari Rabu.
- Semua perhatian akan tertuju pada keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu, dengan diprakirakan tidak ada perubahan suku bunga.
- Trump meminta para stafnya untuk mempersiapkan perpanjangan blokade terhadap Iran.
Harga Perak (XAG/USD) naik ke sekitar $73,85 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Pasar mungkin menjadi berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS. Para pedagang juga akan memantau dengan cermat perkembangan seputar konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.
The Fed diprakirakan akan mempertahankan suku bunga stabil di antara 3,50% dan 3,75% di tengah ketidakpastian ekonomi dan risiko inflasi. Konferensi pers Jerome Powell akan dipantau dengan seksama karena dapat memberikan sinyal apakah The Fed akan mengubah sikapnya terkait penurunan atau kenaikan suku bunga di masa depan. Setiap komentar hawkish dari para pengambil kebijakan dapat mendukung Dolar AS (USD) dan membebani harga komoditas yang berdenominasi USD.
Ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran serta penutupan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan suku bunga “lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama”, yang mengurangi daya tarik aset-aset yang tidak berimbal hasil seperti perak.
Wall Street Journal melaporkan pada hari Rabu bahwa Presiden AS, Donald Trump, menginstruksikan para stafnya untuk mempersiapkan perpanjangan blokade terhadap Iran. Laporan tersebut menyatakan bahwa Trump memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan mencegah pengiriman ke dan dari pelabuhan-pelabuhannya.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.