- Polanya bearish engulfing menandakan pembalikan setelah upaya rally gagal.
- RSI di wilayah bearish mengonfirmasi momentum penurunan yang semakin kuat.
- Penembusan di bawah $70,86 membuka level-level support di $70,00 dan $68,28.
Harga Perak (XAG/USD) turun lebih dari 3% pada hari Senin karena Greenback menguat akibat daya tarik safe-haven-nya, seiring ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz saat Angkatan Laut AS memulai Operasi Kebebasan Trump. XAG/USD diperdagangkan di $72,74 setelah mencapai tertinggi $76,00.
Analisis Harga XAG/USD: Prospek Teknis
Setelah memperpanjang kenaikannya pada hari Jumat lalu, XAG/USD menghapus kenaikan tersebut dengan membentuk pola grafik ‘bearish engulfing’, yang setelah dikonfirmasi, akan membuka peluang penurunan lebih lanjut.
Momentum, yang diukur dengan Relative Strength Index (RSI), bersifat bearish, meninggalkan para pedagang bullish berisiko mengalami kerugian lebih lanjut jika Perak turun di bawah swing low siklus terbaru di $70,86, yaitu swing low 20 April. Jika level ini ditembus, pemberhentian berikutnya adalah level $70,00, diikuti oleh terendah bulan April di $68,28.
Melihat ke atas, para pembeli XAG harus menembus level $73,00 jika ingin tetap berharap harga naik. Setelah dilewati, pemberhentian berikutnya adalah tertinggi 4 Mei di $76,98, diikuti oleh $78,00.
Grafik Harga XAG/USD – Harian

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.