Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) menyoroti bahwa aksi jual obligasi global mendekati level di mana biaya pinjaman melebihi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal. Inggris (UK) telah memasuki ‘zona bahaya’ ini, dengan imbal hasil gilt 10 tahun di atas pertumbuhan nominal PDB kuartal pertama dan rata-rata pertumbuhan nominal selama dekade terakhir. Haddad memperingatkan bahwa kredibilitas fiskal Inggris yang memburuk dan ketidakpastian politik yang meningkat dapat semakin melemahkan Pound Inggris (GBP).
Imbal Hasil Gilt dan Politik Membebani Pound
“Blokade Selat Hormuz yang sedang berlangsung tetap menjadi penggerak pasar dominan karena tidak ada akhir yang jelas sementara cadangan minyak global menyusut dengan cepat.”
“Aksi jual pasar obligasi global semakin mendekati wilayah berbahaya di mana biaya pinjaman melebihi pertumbuhan PDB nominal.”
“Inggris telah melewati zona bahaya tersebut, dengan imbal hasil gilt 10 tahun di atas pertumbuhan nominal PDB kuartal pertama Inggris dan laju rata-rata pertumbuhan nominal selama dekade terakhir.”
“Memburuknya kredibilitas fiskal Inggris, bersama dengan meningkatnya ketidakpastian politik, dapat semakin melemahkan GBP.”
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)