Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman melaporkan bahwa EUR/USD secara singkat turun menuju 1,1500 setelah keputusan ECB sebelum rebound akibat terobosan AS-Iran. Haddad memprakirakan EUR/USD akan turun sedikit dan stabil mendekati 1,1400 seiring pertumbuhan AS yang mengungguli Zona Euro. Kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bp dan sikap hawkish terhadap inflasi dipandang sebagai bantalan, namun tidak membalikkan penurunan Euro.
Euro tertekan oleh prospek pertumbuhan yang melemah
“EUR/USD turun menuju 1,1500 setelah keputusan kebijakan ECB kemarin sebelum rebound ke level tertinggi 1,1590 yang didorong oleh terobosan positif AS-Iran. Kami memprakirakan EUR/USD akan turun sedikit dan stabil mendekati 1,1400, mencerminkan prospek pertumbuhan AS yang lebih kuat dibandingkan Zona Euro. Kenaikan suku bunga ECB dalam lingkungan pertumbuhan yang lesu dan inflasi tinggi tidak bullish untuk EUR tetapi seharusnya membantu meredam penurunan.”
“Seperti yang diprakirakan secara luas, ECB menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bp menjadi 2,25% karena tekanan inflasi yang meningkat. Keputusan ini diambil secara bulat, dengan para pengambil kebijakan terus melihat risiko terhadap prospek inflasi cenderung ke atas dan risiko terhadap prospek pertumbuhan condong ke bawah. Memang, ECB menaikkan prakiraan inflasinya dan memangkas proyeksi pertumbuhan PDB riil untuk 2026 dan 2027.”
“Pasar swap memprakirakan peluang 60% untuk kenaikan suku bunga 25 bp lanjutan pada pertemuan berikutnya tanggal 23 Juli. Kami berpikir ECB dapat bersabar sebelum mengetatkan kebijakan lagi. Pertumbuhan upah Zona Euro yang melambat dan kondisi permintaan yang lemah seharusnya membantu menahan efek inflasi putaran kedua dari kejutan energi.”
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)