- Perak naik tipis di tengah harapan akan kesepakatan AS-Iran yang mengurangi sebagian permintaan safe-haven.
- Dolar AS tetap berada di bawah tekanan setelah komentar dari pejabat AS dan data sentimen konsumen yang lebih kuat dari prakiraan.
- Perundingan mengenai isu nuklir akan dilanjutkan setelah potensi penandatanganan nota kesepahaman akhir pekan ini.
Perak (XAG/USD) diperdagangkan sekitar $67,50 pada hari Jumat pada saat berita ini ditulis, naik 0,21% pada hari tersebut. Logam putih mempertahankan bias positif meskipun sentimen pasar membaik yang didorong oleh kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Para investor tetap fokus pada diskusi antara Washington dan Tehran setelah kantor berita IRNA Iran merilis ketentuan utama nota kesepahaman yang saat ini sedang dinegosiasikan. Menurut ketentuan yang dilaporkan, belum ada kesepakatan yang dicapai pada tahap ini terkait berkas nuklir, sementara perundingan mengenai isu tersebut akan dilanjutkan dalam periode 60 hari setelah penandatanganan. Teks tersebut juga tidak mencakup komitmen Iran terkait transfer pengelolaan Selat Hormuz.
Optimisme seputar potensi penandatanganan nota kesepahaman sesegera mungkin pada hari Minggu di Jenewa membantu meredakan kekhawatiran geopolitik yang telah mendukung aliran safe-haven dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ketiadaan kesepakatan definitif mengenai masalah nuklir menjaga tingkat kehati-hatian di pasar keuangan.
Sementara itu, Dolar AS tetap berada di bawah tekanan. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Iran tidak akan menerima uang tunai atau dana yang dibebaskan hanya sebagai imbalan atas penandatanganan kesepakatan, sekaligus menolak apa yang dia sebut sebagai informasi palsu seputar perundingan tersebut. Pernyataan ini menyertai penurunan Dolar AS (USD), dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun menuju area 99,75.
Para pelaku pasar juga mencerna peningkatan dalam kepercayaan konsumen AS. Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan awal naik menjadi 48,9 di bulan Juni dari 44,8 di bulan Mei, melampaui ekspektasi pasar sebesar 46. Pada saat yang sama, ekspektasi inflasi satu tahun mereda menjadi 4,6% dari 4,8%, sementara ekspektasi inflasi lima tahun turun menjadi 3,4% dari 3,9%.
Kelemahan Greenback terus mendukung logam mulia berdenominasi Dolar, termasuk Perak, yang sebagian mengimbangi dampak negatif dari meredanya ketegangan geopolitik. Para investor kini mengamati perkembangan lebih lanjut dalam perundingan AS-Iran, yang dapat memengaruhi selera risiko dan permintaan terhadap aset-aset safe-haven.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.