- Harga emas Antam 1 gram tidak berubah di Rp2.729.000 pada Selasa.
- Emas global naik tipis 0,20% ke sekitar US$4.317,97, masih melanjutkan pemantulan dari area support.
- Pemulihan belum mengubah tren utama karena harga masih berada di bawah resistance US$4.400 dan garis tren menurun.
Harga emas batangan Antam bertahan stabil pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026. Berdasarkan grafik harga Logam Mulia Antam, harga emas 1 gram berada di Rp2.729.000 pada pukul 09.02 WIB, tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya.
Pergerakan mendatar tersebut terjadi setelah harga emas Antam kehilangan sebagian penguatannya dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat bergerak di atas Rp3 juta per gram pada awal tahun, harga secara bertahap turun dan kini kembali berkonsolidasi di sekitar Rp2,7 juta.
Emas Dunia Memantul dari Area Support
Harga emas global mulai memperlihatkan pemulihan terbatas. Pada saat grafik diperbarui, emas diperdagangkan di sekitar US$4.317,97 per ons troy, naik US$8,41 atau 0,20%. Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang US$4.306,13 hingga US$4.333,17.
Rebound muncul setelah emas sebelumnya jatuh ke area US$4.100 dan sempat mendekati garis support menurun di sekitar US$4.026. Munculnya pembelian dari area bawah membantu harga kembali menembus US$4.300, tetapi belum cukup kuat untuk menandai pembalikan tren.

Resistance US$4.400 Masih Membatasi
Secara teknis, area US$4.400 menjadi resistance terdekat sekaligus bekas support yang telah ditembus. Harga juga masih berada di bawah garis tren turun jangka pendek, sehingga kenaikan saat ini lebih menyerupai pemulihan teknis daripada awal rally baru.
Relative Strength Index (RSI) harian naik ke sekitar 42,83 dari area mendekati jenuh jual, memperlihatkan momentum bearish mulai mereda. Namun, indikator tersebut masih berada di bawah level netral 50. Selama emas belum mampu menembus US$4.400 dan garis tren menurun, risiko koreksi kembali menuju US$4.240, US$4.100, atau US$4.026 masih terbuka.
Bagi harga emas Antam, pemulihan emas global dapat membantu menahan tekanan lebih lanjut. Meski demikian, pergerakan berikutnya tetap bergantung pada kekuatan rebound emas dunia serta perubahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.