- Pound Inggris memangkas sebagian kerugian harian terhadap Dolar AS tetapi tetap negatif setelah data ekonomi Inggris.
- Penjualan Ritel Inggris rebound tajam di bulan Mei, melonjak 1,2% MoM mengalahkan prakiraan dan menghapus penurunan 1,0% yang direvisi pada bulan April.
- Para pedagang bersikap hati-hati setelah pembicaraan AS-Iran gagal setelah Wakil Presiden AS Vance membatalkan perjalanan ke KTT Swiss.
GBP/USD tetap lesu untuk hari ketiga berturut-turut, diperdagangkan sekitar 1,3190 selama perdagangan sesi Eropa awal pada hari Jumat. Pound Inggris (GBP) memangkas kerugian hariannya terhadap Dolar AS (USD) tetapi tetap berada di wilayah negatif setelah rilis data ekonomi utama dari Inggris (UK).
Office for National Statistics (ONS) merilis data pada hari Jumat, menunjukkan bahwa Penjualan Ritel Inggris naik 1,2% bulan ke bulan (MoM) di bulan Mei setelah turun sebesar 1,0% yang direvisi pada bulan April. Prakiraan pasar adalah kenaikan 0,5% pada bulan yang dilaporkan. Penjualan Ritel inti naik 1,2% MoM di bulan Mei, dibandingkan dengan penurunan sebelumnya sebesar 0,1% (direvisi dari -0,4%) dan angka kenaikan yang diperkirakan sebesar 0,4%.
Penjualan Ritel tahunan di Inggris mencapai 3,2% di bulan Mei dibandingkan 0,1% sebelumnya (direvisi dari 0%) dan ekspektasi 1,9%. Penjualan Ritel inti tahunan melonjak 4,6% di bulan yang sama, dibandingkan dengan 1,1% di bulan April. Bacaan ini berada di atas konsensus sebesar 3,3%.
Pasangan mata uang GBP/USD tetap mengalami pelemahan karena Greenback menguat di tengah sentimen hawkish yang berlaku seputar prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed). Ketua The Fed yang baru diangkat, Kevin Warsh, menekankan bahwa “stabilitas harga” tetap menjadi prinsip panduan utama bank sentral. Hampir setengah dari pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi mungkin diperlukan akhir tahun ini.
Selain itu, kehati-hatian pasar kembali muncul pada hari Jumat setelah pembicaraan AS-Iran gagal menyusul laporan CNN bahwa Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan perjalanan yang direncanakan ke KTT Bürgenstock. Juru bicara Wakil Presiden mencatat bahwa logistik negosiasi ini “tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi,” menambahkan bahwa tidak ada keberangkatan yang akan segera dilakukan sampai pembaruan konkret ditetapkan.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Bln/Bln)
Data Penjualan Ritel, yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional setiap bulan, mengukur volume penjualan barang oleh pengecer di Inggris Raya secara langsung kepada konsumen akhir. Perubahan dalam Penjualan Ritel diikuti secara luas sebagai indikator pengeluaran konsumen. Perubahan persentase mencerminkan tingkat perubahan dalam penjualan tersebut, dengan pembacaan YoY membandingkan volume penjualan pada bulan referensi dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Pound Sterling (GBP), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish.
Baca lebih lanjut
Rilis terakhir:
Jum Jun 19, 2026 06.00
Frekuensi:
Bulanan
Aktual:
1.2%
Konsensus:
0.5%
Sebelumnya:
-1.3%
Sumber:
Office for National Statistics