- Perak menghadapi tekanan karena ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak, meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga The Fed dan menekan aset-aset yang tidak berimbal hasil.
- Alat CME FedWatch menunjukkan peluang 35,8% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli dan probabilitas 82,1% untuk bulan September.
- Ketegangan geopolitik melonjak setelah Houthi menyerang dua kapal tanker Saudi, mendorong AS melakukan serangan ke Iran.
Harga Perak (XAG/USD) naik tipis setelah mencatat penurunan lebih dari 4% pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $57,60 per ons Troy selama sesi perdagangan Asia pada hari Jumat. Namun, harga minyak yang lebih tinggi terkait ketegangan di Timur Tengah memperkuat taruhan kenaikan suku bunga The Fed, sehingga berpotensi membebani Perak yang tidak berimbal hasil.
Menurut alat CME FedWatch, pasar uang saat ini memperhitungkan peluang sekitar 35,8% untuk kenaikan suku bunga The Fed bulan ini, disertai probabilitas 82,1% untuk setidaknya kenaikan seperempat poin pada bulan September.
Ketegangan geopolitik terus meningkat setelah laporan bahwa kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah karena diduga melanggar blokade. Sebagai tanggapan, AS melakukan serangan militer untuk malam ke-13 berturut-turut terhadap Iran.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan "hukuman militer besar" bagi Houthi dan Iran jika serangan terus berlanjut, seraya menyatakan bahwa ia hampir memutuskan operasi militer besar yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.