- AUD/JPY menarik aksi jual besar-besaran menyusul rilis angka inflasi konsumen Australia yang lemah.
- Kekhawatiran intervensi mendorong sebagian unwinding JPY dan semakin berkontribusi pada penurunan tajam dalam perdagangan harian.
- Selisih suku bunga yang lebar antara Jepang dan Australia menahan para penjual untuk menempatkan taruhan baru.
Pasangan mata uang AUD/JPY memperpanjang penurunan retracement minggu ini dari zona 114,65, atau level tertinggi sejak 3 Juni, dan menarik beberapa aksi jual lanjutan untuk hari kedua berturut-turut. Penurunan dalam perdagangan harian semakin cepat setelah rilis angka inflasi konsumen Australia yang lemah dan menyeret harga spot ke level terendah lebih dari satu pekan, di sekitar wilayah 113,60, dalam satu jam terakhir.
Data yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) naik 3,8% year-over-year (YoY) pada bulan Juni, dibandingkan dengan pertumbuhan 4% yang dilaporkan pada bulan Mei dan estimasi konsensus. Selain itu, angka bulanan meleset dari prakiraan dan turun untuk bulan kedua berturut-turut, sebesar 0,1% pada bulan Juni. Laporan CPI yang lebih lemah mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) dalam waktu dekat dan membebani Dolar Australia (AUD) secara signifikan.
Yen Jepang (JPY), di sisi lain, mendapat dukungan dari spekulasi yang meningkat bahwa otoritas akan turun tangan untuk menopang mata uang domestik. Hal ini ternyata menjadi faktor lain yang memberikan tekanan turun pada pasangan mata uang AUD/JPY dan berkontribusi pada penurunan tajam dalam perdagangan harian. Namun, selisih suku bunga yang terus lebar antara Jepang dan ekonomi besar lainnya, termasuk Australia, menahan para pembeli JPY untuk memasang taruhan agresif dan membantu membatasi pelemahan lebih lanjut bagi pasangan mata uang ini.
Selain itu, risiko ekonomi yang berasal dari krisis Timur Tengah mengharuskan kehati-hatian sebelum memastikan bahwa pasangan mata uang AUD/JPY telah mencapai puncaknya dalam jangka pendek dan mengantisipasi pelemahan lebih lanjut. Para investor juga mungkin memilih untuk menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang penting pada hari Jumat sebelum menempatkan taruhan terarah baru. Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa penurunan berikutnya masih dapat dianggap sebagai peluang beli dan kemungkinan besar akan tetap terbatas di tengah sinyal fundamental yang beragam.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen (IHK) (YoY)
Indeks Harga Konsumen (IHK), yang dirilis oleh Biro Statistik Australia secara bulanan, mengukur perubahan harga dari keranjang barang dan jasa yang komprehensif yang diperoleh oleh konsumen rumah tangga. Indikator ini adalah ukuran utama inflasi umum setelah metodologi baru diterapkan untuk transisi dari pembacaan kuartalan ke bulanan, yang berlaku untuk data dari April 2024 dan seterusnya. Angka YoY membandingkan harga pada bulan referensi dengan bulan yang sama setahun sebelumnya. Angka yang tinggi dianggap bullish bagi Dolar Australia (AUD), sementara angka yang rendah dianggap bearish.
Baca lebih lanjut
Rilis terakhir:
Rab Jul 29, 2026 01.30
Frekuensi:
Bulanan
Aktual:
3.8%
Konsensus:
4%
Sebelumnya:
4%
Sumber:
Australian Bureau of Statistics