- EUR/USD turun karena ketidakpastian geopolitik terus mendukung Dolar AS, membuat keputusan suku bunga Federal Reserve tetap menjadi perhatian.
- Para pedagang menunggu data Nonfarm Payrolls dan tingkat pengangguran AS bulan Juli untuk mengukur keputusan suku bunga di masa depan.
- Turunnya harga minyak di tengah harapan pembicaraan AS-Iran meredakan kekhawatiran inflasi, meningkatkan sentimen risiko Euro.
EUR/USD tetap tertekan untuk hari ketiga berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,1500 selama sesi perdagangan Asia pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini terus mempertahankan pelemahannya karena Dolar AS (USD) mendapat dukungan dari ketidakpastian yang berlanjut di Timur Tengah, meskipun masih ada harapan akan terobosan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Setiap tanda meningkatnya ketegangan antara kedua negara dapat mendorong harga minyak mentah lebih tinggi, yang berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama.
Sinyal diplomatik tetap tegang terkait jalur perairan yang krusial tersebut. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tawaran terbarunya untuk berunding adalah "kesempatan terakhir" bagi Iran, menyusul keputusannya membatalkan serangan besar terhadap Republik Islam tersebut. Trump menyatakan ekspektasinya bahwa negosiasi akan segera dimulai untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengatasi kekhawatiran AS terkait program nuklir Iran.
Namun, Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, dengan tegas menolak syarat-syarat tersebut, menyatakan bahwa Iran sama sekali tidak akan mengizinkan koridor kedua di Selat tersebut dan memperingatkan bahwa setiap kapal perang asing atau pasukan militer yang dikerahkan untuk tujuan itu akan menjadi sasaran.
Di sisi kebijakan moneter, Ketua The Fed Kevin Warsh dilaporkan sedang mempertimbangkan perubahan pada operasi bank sentral. Laporan menunjukkan Warsh telah mengajukan proposal untuk mengadakan enam pertemuan penetapan suku bunga per tahun, ditambah dua pertemuan tambahan yang berfokus pada kebijakan ekonomi yang lebih luas.
Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke laporan lapangan pekerjaan AS bulan Juli pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga AS. Nonfarm Payrolls diproyeksikan naik 83.000—naik dari sebelumnya 57.000—sementara Tingkat Pengangguran diprakirakan sedikit naik ke 4,3% dari 4,2% di bulan Juni.
Sementara itu, Euro bisa mendapat dukungan dari membaiknya sentimen risiko setelah penurunan tajam harga minyak mentah, yang turun karena harapan akan tercapainya kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan kekhawatiran konflik regional. Meskipun penurunan harga minyak membuat pasar uang sedikit memangkas ekspektasi untuk pengetatan lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa, kenaikan suku bunga pada bulan September masih sebagian besar sudah diperhitungkan.
Posisi CTA Euro dipetakan di berbagai skenario penurunan tajam hingga datar
Menurut TD Securities, CTA Tracker mereka menyediakan "estimasi posisi CTA, EUR" yang terperinci di berbagai lingkungan pasar, secara eksplisit mencakup "estimasi posisi CTA penurunan tajam, EUR, estimasi posisi CTA penurunan, EUR, datar." Kerangka kerja ini memungkinkan eksposur berjangka Euro secara sistematis dinilai secara konsisten saat pergerakan pasar bergeser dari kondisi penurunan yang lebih tajam hingga kisaran perdagangan netral.