- XAG/USD melonjak lebih dari 3%, menembus SMA 100 hari.
- Penembusan RSI bullish menandakan para pembeli kembali mendapatkan momentum kuat.
- Penembusan di atas $70,00 membuka peluang ke $73,00 dan $75,00 berikutnya.
Harga Perak berbalik arah pada hari Rabu dan naik lebih dari 3,40%, seiring Greenback melemah, sehingga konfirmasi pola grafik ‘head-and-shoulders’ tertunda, yang telah terbentuk sejak pertengahan Agustus. XAG/USD diperdagangkan di $68,00 setelah rebound dari $65,31.
Prakiraan Harga XAG/USD: Prospek Teknis
Aksi harga menunjukkan logam putih diperdagangkan di level tertinggi delapan hari di $68,30, rally tajam dan mengancam gagal mengonfirmasi pola grafik bearish. Dalam pergerakannya ke atas, Simple Moving Average (SMA) 100 hari berhasil ditembus di $67,17, membuka level-level resistance teknis utama.
Relative Strength Index (RSI) bersifat bullish dan telah menembus puncak sebelumnya, mengindikasikan bahwa para pembeli mendapatkan tenaga dan memberikan tekanan naik pada Perak.
Dengan demikian, resistance utama pertama XAG/USD adalah level $70,00. Dorongan yang tegas dapat membawa harga spot ke SMA 200 hari di $73,00 sebelum para pembeli melancarkan serangan menuju $75,00.
Di sisi sebaliknya, untuk kelanjutan bearish, XAG/USD harus turun di bawah SMA 100 hari di $67,18 dan menembus level terendah 8 September (LOD) di $65,54. Di bawahnya ada level $65,00, diikuti oleh swing low 2 September di $63,32.
Prakiraan Harga XAG/USD: Prospek Teknis

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.