Geoff Yu dari BNY melaporkan bahwa Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Sarah Hunter menggambarkan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Australia sebagai sedikit lebih lemah dari yang diprakirakan, terutama karena harga bahan bakar, namun menegaskan inflasi tetap berada di atas kisaran 2–3%. Ia menyoroti kondisi tenaga kerja yang masih ketat dan ketenagakerjaan yang tangguh, sementara sentimen yang lebih lemah belum berdampak pada belanja, sehingga AUD berada pada posisi untuk membaik jika tindak lanjut kebijakan terwujud.
Kejutan CPI tetapi tekanan kebijakan
"Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter mengatakan data IHK terbaru Australia "sedikit lebih lemah" dari yang diprakirakan, dengan kejutan penurunan pada inflasi utama terutama didorong oleh harga bahan bakar yang lebih rendah."
"Ia mengatakan inflasi tetap berada di atas kisaran target 2-3% dan RBA harus terus menekan pertumbuhan harga agar ekspektasi inflasi yang lebih tinggi tidak mengakar. Di pasar tenaga kerja, Hunter mengatakan kondisi masih agak ketat, meskipun pertumbuhan lapangan kerja bertahan "tidak terlalu buruk" pada paruh pertama tahun ini."
"Ia memperingatkan bahwa data ketenagakerjaan bulanan volatil, tetapi momentum ketenagakerjaan yang mendasarinya tetap tangguh."
"Hunter juga mencatat bahwa sentimen konsumen yang lebih lemah belum secara jelas berdampak pada belanja rumah tangga. AUD tetap berada pada posisi untuk membaik, tetapi tindak lanjut kebijakan diperlukan."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)