Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp2.799.000 hari ini. Harganya lebih tinggi Rp25.000 dari harga Jumat kemarin Rp2.774.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.449.500 dan 1.000 gram di Rp2.739.600.000.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga Emas dunia (XAU/USD) ditutup naik 0,98% di $4.539 per troy ons Jumat lalu dalam upaya untuk melanjutkan kenaikan dari $4.366, terendah yang dicapai pada Kamis lalu. Dalam perdagangan sesi Asia hari ini, Emas berupaya untuk melanjutkan kinerja positif dua hari perdagangan sebelumnya, meskipun tampak kesulitan di area $4.530 pada saat berita ini ditulis.
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur ISM AS untuk bulan Mei yang akan dirilis pada perdagangan sesi Amerika Utara hari ini menjadi data penting yang berpotensi menggerakkan harga Emas dalam jangka pendek di samping data lainnya seperti Indeks Pesanan Baru Manufaktur ISM, Indeks Ketenagakerjaan Manufaktur ISM, Harga Manufaktur Dibayar ISM, Belanja Konstruksi, dan PMI Manufaktur S&P Global. Sebelum itu, perkembangan konflik AS-Iran juga bisa memengaruhi sentimen penggerak harga Emas hari ini.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.