- Harga emas Antam 1 gram naik Rp67.000 ke Rp2.772.000, sementara 10 gram naik Rp670.000.
- Penguatan sejalan dengan lonjakan harga emas dunia ke kisaran USD 4.880.
- Sentimen safe haven menguat di tengah ketegangan geopolitik dan agenda data AS.
Harga emas batangan Antam melanjutkan kenaikan pada perdagangan Rabu (21 Januari 2026). Berdasarkan data Logammulia, harga emas 1 gram naik Rp67.000 menjadi Rp2.772.000, atau Rp2.778.930 setelah dikenakan PPh 0,25%. Sementara itu, emas ukuran 10 gram mengalami kenaikan Rp670.000 ke level Rp27.215.000, atau Rp27.283.038 termasuk pajak, mencerminkan penguatan harga emas domestik sejak perdagangan sebelumnya.
Dibandingkan perdagangan sebelumnya, harga emas Antam menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada Senin, emas 1 gram masih berada di level Rp2.705.000 (Rp2.711.763 setelah pajak), sementara emas 10 gram dipatok Rp26.545.000 (Rp26.611.363 termasuk pajak). Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika pasar global yang masih sarat ketidakpastian.
Di pasar global, harga emas melesat tajam dengan kenaikan sekitar 2,5%, diperdagangkan di kisaran USD 4.881 pada Rabu menjelang sesi Eropa. Penguatan ini menempatkan emas di dekat puncak pergerakan terbarunya, seiring meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik terkait Greenland. Sikap keras Presiden AS Donald Trump, termasuk ancaman tarif terhadap sekutu Eropa, mendorong pergeseran investor ke aset safe haven, sementara melemahnya sentimen terhadap aset dolar dan meningkatnya kehati-hatian menjelang agenda kebijakan serta rilis data utama Amerika Serikat turut memperkuat kenaikan harga emas dunia.
Ke depan, pasar mencermati rangkaian agenda ekonomi AS, mulai dari pidato Presiden Trump, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III, hingga indikator inflasi pilihan The Fed melalui PCE Inti. Rilis awal PMI manufaktur dan jasa AS pada akhir pekan juga berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan The Fed, yang pada gilirannya membentuk dinamika dolar AS dan pergerakan emas.
Tren Naik Emas Kian Terakselerasi

Dari perspektif teknis, harga emas memperlihatkan akselerasi penguatan dengan lonjakan tajam ke area 4.870-4.880, menandai keberhasilan harga bertahan dan melaju di atas jalur kenaikan jangka menengahnya. Pergerakan ini menegaskan bahwa struktur tren naik masih utuh, dengan dorongan beli yang kembali mendominasi setelah fase konsolidasi singkat pada sesi sebelumnya.
Dari sisi momentum, Relative Strength Index (RSI) bergerak di kisaran 79, mencerminkan kondisi jenuh beli (overbought) yang wajar dalam fase tren kuat. Situasi ini menyiratkan bahwa ruang kenaikan masih terbuka, meski potensi jeda teknis atau konsolidasi jangka pendek tidak dapat dikesampingkan seiring pasar menyeimbangkan kembali laju penguatan.
Ke depan, area 4.900-4.950 menjadi zona yang menguji kesinambungan rally emas. Penembusan yang terjaga di atas rentang tersebut berpotensi melanjutkan tren naik, sementara kegagalan mempertahankan momentum dapat membawa harga kembali menguji area penopang di sekitar 4.750-4.780 tanpa serta-merta mengubah bias positif yang masih terbentuk.