Laporan dari OCBC Bank membahas kelemahan JPY yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian fiskal menjelang pemilihan Jepang pada 8 Februari. Perilaku yang kontras dari imbal hasil JGB menunjukkan adanya interpretasi yang berbeda di antara para investor mengenai prospek fiskal Jepang. Laporan tersebut menyoroti potensi risiko intervensi dan implikasi hasil pemilihan terhadap stabilitas JPY.
Ketidakpastian fiskal membebani JPY
"Risiko intervensi verbal dapat meningkat seiring pemilihan Jepang pada 8 Februari yang terus membebani JPY dengan ketidakpastian fiskal. Kekhawatiran intervensi seharusnya membantu membatasi kenaikan USDJPY baik sebelum maupun setelah pemungutan suara."
"Kekhawatiran fiskal biasanya melemahkan JPY dan mendorong imbal hasil JGB jangka panjang lebih tinggi. Kontras antara pasar JGB yang relatif tenang dan JPY yang berjuang sangat mencolok, menunjukkan adanya pandangan yang berbeda antara investor obligasi dan FX mengenai arah fiskal LDP yang potensial setelah kemungkinan kemenangan koalisi yang berkuasa."
"Kemenangan mayoritas akan memperkuat mandat PM Takaichi untuk mengejar ‘Sanaenomics’ (stimulus fiskal), yang dapat memberikan tekanan pada JPY. Namun, JPY dapat stabil jika mayoritas LDP yang jelas mengurangi kebutuhan untuk langkah-langkah fiskal atau moneter yang lebih longgar untuk menarik dukungan oposisi."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh seorang editor.)