- Harga perak naik menjadi sekitar $94,90 di awal sesi Asia hari Senin.
- Ketegangan di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian pasar dan mendorong beberapa trader untuk membeli aset-aset safe-haven.
- Para pelaku pasar memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Maret.
Harga Perak (XAG/USD) melonjak mendekati $94,90 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Logam putih ini menarik beberapa pembeli di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap target-target Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer AS akan terus menyerang Iran sampai tujuannya tercapai, sementara ia mengakui bahwa “kemungkinan akan ada lebih banyak korban Amerika.” Trump pada hari Minggu mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan mengatakan bahwa AS dan Israel telah menyerang ratusan target di Iran, termasuk fasilitas Garda Revolusi dan pertahanan udara.
Serangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah mengurangi harapan untuk resolusi diplomatik yang cepat, memicu sentimen “risk-off” yang menguntungkan logam mulia.
Namun, Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengangkat Dolar AS (USD) dan membebani harga komoditas yang berdenominasi USD. Laporan ini mengisyaratkan bahwa inflasi dapat kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang dan dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) AS akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.