- USD/JPY naik tipis karena data belanja konsumen Jepang yang mengecewakan membebani JPY.
- Ketegangan AS-Iran yang meningkat mendukung safe-haven USD dan juga mendukung harga spot.
- Ekspektasi BoJ-The Fed yang berbeda dapat membatasi pasangan mata uang ini saat para pedagang menunggu laporan IHK AS.
Pasangan mata uang USD/JPY menarik beberapa pembeli untuk hari kedua berturut-turut dan naik ke level tertinggi empat hari setelah rilis data Belanja Rumah Tangga Jepang yang mengecewakan pada hari Selasa ini. Harga spot, bagaimanapun, kurang meyakinkan secara bullish di tengah sinyal fundamental yang beragam dan saat ini diperdagangkan sedikit di bawah area pertengahan 157,00-an, naik 0,15% untuk hari ini.
Kementerian Urusan Dalam Negeri Jepang melaporkan lebih awal hari ini bahwa belanja konsumen turun 2,9% YoY pada bulan Maret, dibandingkan dengan penurunan 1,8% pada bulan sebelumnya dan meleset dari perkiraan pasar. Ini juga menandai penurunan selama empat bulan berturut-turut dalam belanja pribadi di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut dan menambah kekhawatiran ekonomi yang berasal dari meningkatnya ketegangan AS-Iran, yang pada gilirannya melemahkan Yen Jepang (JPY). Selain itu, kenaikan moderat Dolar AS (USD) bertindak sebagai pendorong bagi pasangan mata uang USD/JPY.
Optimisme baru-baru ini mengenai potensi kesepakatan damai AS-Iran memudar dengan cepat di tengah ketidaksepakatan besar mengenai program nuklir Teheran dan kebuntuan atas Selat Hormuz yang krusial. Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata AS-Iran yang sedang berlangsung adalah “sangat lemah” dan berada pada “dukungan hidup yang besar.” Hal ini menjaga risiko geopolitik tetap ada dan mendukung status Dolar AS sebagai mata uang cadangan. Namun, para pembeli USD memilih menunggu rilis data inflasi konsumen AS yang akan keluar hari ini.
Data penting ini akan memainkan peran kunci dalam mempengaruhi ekspektasi pasar tentang prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan memberikan dorongan yang berarti bagi USD. Sementara itu, para pedagang telah mengurangi taruhan mereka untuk kenaikan suku bunga The Fed pada tahun 2026, yang menandai perbedaan signifikan dibandingkan dengan prospek BoJ yang relatif hawkish. Faktanya, Ringkasan Opini BoJ dari pertemuan April membuka peluang untuk kenaikan suku bunga yang segera terjadi. Hal ini mungkin semakin berkontribusi untuk membatasi pasangan mata uang USD/JPY.
Indikator Ekonomi
Belanja Kebutuhan Rumah Tangga (Thn/Thn)
Indeks Belanja Kebutuhan Rumah Tangga yang dirilis oleh Departemen Dalam Negeri dan Komunikasi merupakan indikator yang mengukur total pengeluaran oleh rumah tangga. Tingkat pengeluaran dapat digunakan sebagai indikator optimisme konsumen. Hal ini juga dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi. Pembacaan tinggi adalah positif (atau Bullish) untuk JPY, sementara bacaan yang rendah negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjut
Rilis terakhir:
Sen Mei 11, 2026 23.30
Frekuensi:
Bulanan
Aktual:
-2.9%
Konsensus:
-1.3%
Sebelumnya:
-1.8%
Sumber:
Ministry of Economy, Trade and Industry of Japan