- USD/CAD menguat di atas 1,3700 dan siap menguji level tertinggi tiga minggu di area 1,3715.
- Risiko geopolitik yang meningkat dan kehati-hatian investor menjelang rilis IHK AS mendorong penguatan USD.
- Kenaikan harga Minyak mentah meredam pembalikan Dolar Kanada.
Dolar Kanada (CAD) mempercepat pelemahannya terhadap Dolar AS (USD) pada hari Selasa, dengan pasangan mata uang USD/CAD menguat di atas 1,3700 dan siap menguji level tertinggi hampir sebulan terakhir, di 1,3714. Sentimen pasar yang negatif di tengah ketegangan di Timur Tengah dan kehati-hatian investor menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS mendukung penguatan USD secara menyeluruh.
Para trader waspada terhadap kemungkinan kembalinya permusuhan antara AS dan Iran, yang akan semakin mempersulit pembukaan kembali Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menegaskan sebelumnya pada hari Selasa bahwa gencatan senjata berada dalam kondisi “life support,” dan CNN melaporkan komentar dari staf presiden yang menyatakan bahwa kembalinya operasi tempur besar kembali menjadi opsi. CNN juga menyatakan bahwa proses perdamaian kemungkinan tidak akan mengalami kemajuan signifikan sebelum pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir pekan ini.
Di kemudian hari, Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan April kemungkinan akan menjadi pengalih perhatian dari geopolitik. Inflasi konsumen diprakirakan melonjak ke tingkat 3,7% tahun-ke-tahun, dari 3,3% di bulan Maret, di tengah kejutan energi akibat perang Iran. IHK inti diperkirakan meningkat dengan laju yang lebih moderat sebesar 2,7% YoY dari 2,6% di bulan Maret.
Sementara itu, Dolar Kanada mendapat dukungan dari kenaikan harga Minyak mentah, mengingat tidak adanya data ekonomi utama Kanada. Minyak adalah ekspor utama Kanada, dan lonjakan harga Minyak Mentah baru-baru ini, dengan harga barel WTI diperdagangkan di atas $98,00, mengindikasikan peningkatan pendapatan perdagangan dan menjaga Loonie agar tidak jatuh lebih jauh.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen (Thn/Thn)
Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjut
Rilis berikutnya
Sel Mei 12, 2026 12.30
Frekuensi:
Bulanan
Konsensus:
3.7%
Sebelumnya:
3.3%
Sumber:
US Bureau of Labor Statistics
Federal Reserve AS (The Fed) memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Menurut mandat tersebut, inflasi seharusnya berada di sekitar 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi, yang berlanjut hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah masalah rantai pasokan dan kemacetan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertahan di level tertinggi multi-dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen (Bln/Bln)
Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjut
Rilis berikutnya
Sel Mei 12, 2026 12.30
Frekuensi:
Bulanan
Konsensus:
0.6%
Sebelumnya:
0.9%
Sumber:
US Bureau of Labor Statistics
Federal Reserve AS (The Fed) memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Menurut mandat tersebut, inflasi seharusnya berada di sekitar 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi, yang berlanjut hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah masalah rantai pasokan dan kemacetan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertahan di level tertinggi multi-dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi dan diperkirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.