- Andy Burnham mengatakan ia ingin memimpin Partai Buruh yang pro-bisnis.
- Pemimpin baru Partai Buruh itu menjanjikan kabinet yang mencerminkan setiap sayap partai.
- Burnham berpendapat bahwa kontrol publik yang lebih kuat atas biaya kebutuhan pokok diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Pemimpin Partai Buruh Inggris Andy Burnham mengatakan pada Jumat bahwa ia berniat memimpin Partai Buruh yang pro-bisnis, dengan berargumen bahwa pengalamannya bekerja dengan dunia usaha sebagai Wali Kota Greater Manchester akan menjadi model bagi pemerintahannya di masa depan, menurut Reuters.
Dalam pernyataan pertamanya sebagai pemimpin partai, Burnham menekankan pentingnya menjaga persatuan Partai Buruh, dengan mengatakan partai itu tidak akan mengalahkan kubu kanan jika tetap terpecah oleh pertikaian internal. Ia juga mengatakan tidak akan menangguhkan atau menghukum anggota Partai Buruh karena memegang pandangan yang berbeda dari pandangannya sendiri.
Burnham menambahkan bahwa ia belum memutuskan susunan kabinetnya, tetapi mengatakan kabinet itu akan mencerminkan semua bagian dari Partai Buruh. Ia juga menyerukan wacana politik yang kurang toksik dan mengatakan Partai Buruh tidak akan mencoba mengungguli Partai Reform di wilayah politiknya sendiri.
Di sisi ekonomi, Burnham berpendapat bahwa kontrol publik yang tidak memadai atas biaya barang-barang esensial membuat pengendalian inflasi menjadi lebih sulit. Komentar-komentar tersebut mencerminkan niatnya untuk menggabungkan pendekatan pro-bisnis dengan intervensi publik yang lebih besar di sektor-sektor yang dianggap strategis. Reuters melaporkan bahwa Burnham memaparkan pengalamannya bekerja dengan dunia usaha di Greater Manchester sebagai cetak biru bagi pemerintahannya di masa depan.
Reaksi pasar
Pound Inggris (GBP) sebagian besar tidak bergerak oleh pernyataan tersebut, dengan GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3430 pada saat berita ini ditulis, naik 0,35% pada hari itu.