- EUR/JPY berkonsolidasi di sekitar 183,85 saat para investor mencari pernyataan terbaru mengenai intervensi bersama AS-Jepang.
- Baik ECB maupun BoJ diprakirakan akan menaikkan suku bunga kebijakan pada bulan September.
- Risiko terhadap inflasi Zona Euro tetap cenderung naik.
Euro (EUR) diperdagangkan datar di sekitar 183,85 terhadap Yen Jepang (JPY) selama perdagangan sesi Eropa pada hari Jumat. Pasangan mata uang ini berkonsolidasi sementara para investor mencari petunjuk baru mengenai apakah akan ada lebih banyak intervensi bersama Amerika Serikat (AS)-Jepang untuk menopang mata uang Jepang.
Pada hari terakhir bulan Juli, AS dan Jepang secara bersama-sama melakukan intervensi untuk melawan “volatilitas berlebihan dan pergerakan yang tidak teratur pada yen Jepang dalam beberapa bulan terakhir”, lapor Kementerian Keuangan Jepang.
Dari sisi kebijakan moneter, baik Bank of Japan (BoJ) maupun Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) diprakirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan September.
Ekspektasi Suku Bunga Yen Meningkat
Para analis di ING menyoroti bahwa pasar semakin memposisikan diri untuk menghadapi kebijakan yang lebih ketat dari BoJ, dengan para investor kini “memperhitungkan peluang hampir 75% bahwa BoJ menaikkan suku bunga 25bp pada bulan September.”
Menurut laporan Reuters, tiga sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa BoJ diprakirakan akan menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan September dan kemungkinan akan menaikkannya lebih agresif setelah itu dari laju saat ini yang sekitar dua kali setahun.
ECB juga diprakirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan September karena risiko terhadap inflasi Zona Euro tetap cenderung naik.
Para analis di HSBC menegaskan bahwa prospek kebijakan sedang dibentuk oleh kekuatan yang saling bertentangan, seraya mencatat bahwa “bagaimana interaksi antara inflasi dan pertumbuhan ini sangat penting bagi para pengambil kebijakan.” Dengan latar belakang ini, HSBC mengatakan bahwa “kami memprakirakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kini akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan September”.
Pertanyaan Umum Seputar Bank-Bank Sentral
Bank Sentral memiliki mandat utama yaitu memastikan adanya stabilitas harga di suatu negara atau kawasan. Perekonomian terus-menerus menghadapi inflasi atau deflasi ketika harga barang dan jasa tertentu berfluktuasi. Kenaikan harga yang terus-menerus untuk barang yang sama berarti inflasi, penurunan harga yang terus-menerus untuk barang yang sama berarti deflasi. Tugas bank sentral adalah menjaga permintaan tetap sesuai dengan mengubah suku bunga kebijakannya. Bagi bank sentral terbesar seperti Federal Reserve AS (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB) atau Bank of England (BoE), mandatnya adalah menjaga inflasi mendekati 2%.
Bank sentral memiliki satu alat penting yang dapat digunakan untuk menaikkan atau menurunkan inflasi, yaitu dengan mengubah suku bunga acuannya, yang umumnya dikenal sebagai suku bunga. Pada saat-saat yang telah dikomunikasikan sebelumnya, bank sentral akan mengeluarkan pernyataan dengan suku bunga acuannya dan memberikan alasan tambahan terkait mengapa bank ini mempertahankan atau mengubahnya (memotong atau menaikkan). Bank-bank lokal akan menyesuaikan suku bunga tabungan dan pinjaman mereka, yang pada gilirannya akan mempersulit atau mempermudah orang untuk mendapatkan penghasilan dari tabungan mereka atau bagi perusahaan-perusahaan untuk mengambil pinjaman dan melakukan investasi dalam bisnis mereka. Ketika bank sentral menaikkan suku bunga secara substansial, hal ini disebut pengetatan moneter. Ketika memotong suku bunga acuannya, maka disebut pelonggaran moneter.
Bank sentral sering kali independen secara politik. Anggota dewan kebijakan bank sentral melewati serangkaian panel dan sidang sebelum diangkat ke kursi dewan kebijakan. Setiap anggota di dewan tersebut sering kali memiliki keyakinan tertentu tentang bagaimana bank sentral harus mengendalikan inflasi dan kebijakan moneter berikutnya. Anggota yang menginginkan kebijakan moneter yang sangat longgar, dengan suku bunga rendah dan pinjaman murah, untuk meningkatkan ekonomi secara substansial semantara merasa puas melihat inflasi sedikit di atas 2%, disebut ‘dove’. Anggota yang lebih suka melihat suku bunga yang lebih tinggi untuk menghargai tabungan dan ingin menjaga inflasi tetap rendah setiap saat disebut ‘hawk’ dan tidak akan beristirahat sampai inflasi mencapai atau sedikit di bawah 2%.
Biasanya, ada ketua atau presiden yang memimpin setiap rapat, perlu menciptakan konsensus antara pihak yang mendukung atau menentang kebijakan moneter dan memiliki keputusan akhir ketika keputusan harus diambil berdasarkan suara yang terbagi untuk menghindari hasil seri 50-50 mengenai apakah kebijakan saat ini harus disesuaikan. Ketua akan menyampaikan pidato yang sering kali dapat diikuti secara langsung, di mana sikap dan prospek moneter saat ini dikomunikasikan. Bank sentral akan mencoba untuk mendorong kebijakan moneternya tanpa memicu perubahan tajam pada suku bunga, ekuitas, atau mata uangnya. Semua anggota bank sentral akan mengarahkan sikap mereka ke pasar sebelum acara rapat kebijakan. Beberapa hari sebelum rapat kebijakan berlangsung hingga kebijakan baru dikomunikasikan, anggota dilarang berbicara di depan umum. Hal ini disebut periode blackout.