- Perak rally tajam saat imbal hasil yang turun dan Dolar yang melemah meningkatkan permintaan.
- Penembusan di atas SMA 100 hari dan $75 mengonfirmasi momentum naik yang kuat.
- Resistensi berikutnya di $77,32 dan $80,00 membatasi perpanjangan bullish lebih lanjut.
Harga Perak rebound, melonjak tajam lebih dari 7% saat harga Minyak turun, yang mendorong Greenback melemah karena korelasi positif yang erat. Selain itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang turun mendorong logam putih ini naik, mencapai $75,00 pada akhir Maret.
Analisis Harga XAG/USD: Prospek Teknis
Pada hari Senin, saya menulis bahwa "Bias dalam jangka pendek sedikit bearish, dengan XAG/USD dibatasi di sisi atas oleh SMA 100 hari di $74,11." Pada saat berita ini ditulis, harga Perak telah menembus level tersebut dan sedang bergerak ke utara, melewati angka $75,00.
Perlu dicatat bahwa Relative Strength Index (RSI) tetap bearish. Namun, para pembeli mendorong RSI menuju level netralnya, sementara XAG/USD telah melewati higher high terbaru.
Untuk kelanjutan bullish, XAG/USD harus menembus SMA 20 hari di 77,32, diikuti oleh angka $80,00. Penembusan yang jelas membuka peluang untuk menantang SMA 50 hari di $84,03.
Sebaliknya, jika Perak turun di bawah SMA 100 hari, support berikutnya berada di $74,00, sebelum milestone $70,00. Setelah dilewati, logam putih ini bisa turun menuju terendah harian 26 Maret di $66,73.
Grafik Harga XAG/USD – Harian

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.