Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp2.633.000 hari ini. Harganya lebih rendah Rp2.000 dari harga kemarin di Rp2.635.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp2.633.000 dan 1 kg di Rp2.573.600.000.
Harga Emas Antam mengabaikan penutupan harga Emas dunia (XAU/USD) yang menguat 0,17% di $4.059 per troy ons kemarin. Emas melanjutkan kinerja positifnya karena pelemahan Dolar AS menyusul rilis data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) Amerika Serikat Juni sebesar 5,5% YoY, turun dari 6,0% pada bulan Mei dan lebih lemah dari prakiraan pasar 6,2%. Data tersebut lebih jauh melemahkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat terutama setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) yang menunjukkan nuansa serupa pada hari Selasa. Penurunan harga Emas Antam terlihat mencerminkan penurunan 0,45% dalam XAU/USD pada perdagangan sesi Asia hari ini, memangkas kenaikan hari kemarin.
Data Penjualan Ritel bulan Juni dan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS yang dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) hari ini diprakirakan menjadi pendorong jangka pendek untuk harga Emas. Selain itu, pernyataan para pejabat The Fed seperti Logan, Schmid, dan Jefferson, juga akan diamati untuk mencari petunjuk terkait arah kebijakan bank sentral ke depan, terutama mengingat hasil data inflasi yang dirilis pada pekan ini.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, yang dirilis oleh Biro Sensus AS setiap bulan, mengukur nilai total penerimaan dari toko ritel dan makanan di Amerika Serikat. Penjualan Ritel mengukur perubahan nilai total barang yang dijual di tingkat ritel selama setahun. Data Penjualan Ritel secara luas diikuti sebagai indikator belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama ekonomi AS. Hasil yang lebih tinggi dari yang diharapkan biasanya dipandang sebagai positif atau bullish bagi USD, sedangkan hasil yang lebih rendah dari yang diharapkan dianggap negatif atau bearish bagi USD.
Baca lebih lanjut
Rilis berikutnya
Kam Jul 16, 2026 12.30
Frekuensi:
Bulanan
Konsensus:
–
Sebelumnya:
6.9%
Sumber:
US Census Bureau
Data Penjualan Ritel yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS merupakan indikator utama yang memberikan informasi penting tentang pengeluaran konsumen, yang berdampak signifikan pada PDB. Meskipun angka penjualan yang kuat kemungkinan akan meningkatkan USD, faktor eksternal, seperti kondisi cuaca, dapat mendistorsi data dan memberikan gambaran yang menyesatkan. Selain data utama, perubahan dalam Kelompok Kontrol Penjualan Ritel dapat memicu reaksi pasar karena digunakan untuk menyiapkan estimasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk sebagian besar barang.