- Emas Antam tidak menunjukkan perubahan harga hari ini.
- Harga Emas dunia rebound dari terendah 2026.
- Pasar menantikan rilis data penting AS hari ini.
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.843.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Harga ini tidak berubah dibandingkan harga kemarin, tampak jeda setelah turun sebesar Rp50.000. Sementara Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.471.500 dan 1.000 gram di Rp2.783.600.000.
Emas Antam tidak berubah meskipun harga Emas dunia (XAU/USD) sempat turun ke $4.099 per troy ons, terendah baru 2026, namun ditutup di $4.406 atau -2,01% pada basis harian kemarin. XAU/USD ditutup merah untuk sembilan hari perdagangan berturut-turut.
Kinerja ini menyusul sinyal beragam di seputar konflik AS-Israel dengan Iran. Presiden AS, Donald Trump, dalam media sosialnya mengisyaratkan gencatan senjata lima dari pasca perundingan antara Teheran dan Washington, meskipun Iran membantah adanya perundingan tersebut.
Di sisi lain, Guardian melaporkan pada hari Selasa bahwa Militer Israel mengklaim telah melakukan serangan baru terhadap Teheran. Israeli Defense Forces (IDF) mengatakan mereka akan melanjutkan operasi sesuai arahan kecuali ada perintah sebaliknya.
Di luar perkembangan di Timur Tengah, perubahan harga Emas bisa dipengaruhi oleh rilis data dari Amerika Serikat hari ini, yang mencakup Perubahan Ketenagakerjaan APD Rata-Rata 4-Minggu, Biaya Unit Buruh, Produktivitas non-Pertanian, PMI S&P Global serta Indeks Manufaktur Richmond Fed. Pernyataan Pejabat The Fed, Barr, juga akan diamati untuk mencari petunjuk terkait prospek kebijakan bank sentral AS di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi akibat peningkatan harga minyak mentah pasca serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.