- Pemulihan EUR/GBP dari level terendah 0,8654 tetap terbatas di bawah 0,8680.
- Penjualan Ritel Inggris melampaui ekspektasi di bulan Maret, tetapi terutama disebabkan oleh penjualan bahan bakar.
- Deadlock di Iran membuat EUR dan GBP rentan terhadap Dolar AS.
Euro (EUR) tetap hampir datar terhadap Pound Inggris (GBP) pada hari Jumat, diperdagangkan di 0,8675 pada saat berita ini ditulis, dengan resistance di area 0,8680 membatasi rebound hari Kamis dari level terendah 0,8654. Data konsumsi ritel Inggris yang kuat, yang menunjukkan rebound lebih besar dari perkiraan di bulan Maret, sejauh ini belum memberikan dampak signifikan pada pasangan mata uang ini.
Data yang dirilis oleh Statistik Nasional pada hari Jumat mengungkapkan bahwa Penjualan Ritel Inggris naik sebesar 0,7% di bulan Maret, setelah kontraksi 0,6% di bulan Februari, dan melampaui ekspektasi kenaikan 0,2%. Namun, Penjualan Ritel inti, yang tidak termasuk penjualan bahan bakar dan mobil, naik dengan laju moderat 0,2% di bulan Maret, sesuai dengan ekspektasi pasar, juga setelah penurunan 0,6% pada bulan sebelumnya.
Biaya energi yang lebih tinggi menjadi perhatian bagi bisnis dan konsumen Inggris
Pada hari Kamis, aktivitas bisnis awal Inggris menunjukkan bahwa sektor manufaktur dan jasa keduanya terus berkembang pada tingkat yang sehat, tetapi biaya mencapai level tertinggi sejak pencatatan dimulai, yang membayangi prospek aktivitas ekonomi di masa depan.
Di kemudian hari, indeks Keyakinan Konsumen GfK memburuk ke level terendah dalam tiga tahun. Konsumen Inggris menjadi lebih pesimis, khawatir bahwa harga akan terus naik di tengah kejutan energi yang dipicu oleh perang Iran dan bahwa biaya hipotek akan meningkat, dengan asumsi bahwa Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga. Angka-angka ini merugikan Pound dan memberikan dukungan pada Euro yang lemah.
Di Eropa, fokus pada hari Jumat adalah pada data iklim bisnis IFO Jerman, yang juga diprakirakan memburuk pada bulan April, terbebani oleh biaya energi yang lebih tinggi.
Di front geopolitik, proses perdamaian antara Iran dan AS tetap mandek sementara ketegangan antara kedua negara meningkat. Iran merilis rekaman penyitaan sebuah kapal kargo di Selat Hormuz, dan Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan kapal apa pun yang menambang jalur air tersebut. Ketegangan yang meningkat dan ketiadaan berita tentang putaran pembicaraan baru, yang dijadwalkan minggu ini, membebani kedua mata uang terhadap safe-haven Dolar AS.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Bln/Bln)
Data Penjualan Ritel, yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional setiap bulan, mengukur volume penjualan barang oleh pengecer di Inggris Raya secara langsung kepada konsumen akhir. Perubahan dalam Penjualan Ritel diikuti secara luas sebagai indikator pengeluaran konsumen. Perubahan persentase mencerminkan tingkat perubahan dalam penjualan tersebut, dengan pembacaan YoY membandingkan volume penjualan pada bulan referensi dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Pound Sterling (GBP), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish.
Baca lebih lanjut
Rilis terakhir:
Jum Apr 24, 2026 06.00
Frekuensi:
Bulanan
Aktual:
0.7%
Konsensus:
0.2%
Sebelumnya:
-0.4%
Sumber:
Office for National Statistics
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel non Migas (Bln/Bln)
Data Penjualan Ritel non migas, yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional setiap bulan, mengukur volume penjualan barang oleh pengecer di Inggris Raya secara langsung kepada pelanggan akhir, tidak termasuk bahan bakar otomotif. Perubahan dalam Penjualan Ritel diikuti secara luas sebagai indikator pengeluaran konsumen. Perubahan persentase mencerminkan tingkat perubahan dalam penjualan tersebut, dengan pembacaan MoM membandingkan volume penjualan pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Pound Sterling (GBP), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish.
Baca lebih lanjut
Rilis terakhir:
Jum Apr 24, 2026 06.00
Frekuensi:
Bulanan
Aktual:
0.2%
Konsensus:
0.2%
Sebelumnya:
-0.4%
Sumber:
Office for National Statistics