- EUR/USD diperdagangkan sideways di sekitar 1,1780 meskipun Dolar AS menguat.
- Dolar AS tetap kuat saat para investor mencerna keputusan Mahkamah Agung AS yang menentang kebijakan tarif Trump.
- Para investor menunggu pernyataan para pejabat The Fed dan data HICP Jerman pendahuluan untuk bulan Februari.
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran ketat di sekitar 1,1780 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini konsolidasi meskipun Dolar AS (USD) diperdagangkan dengan kuat, mengindikasikan bahwa Euro (EUR) juga optimis.
Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,16% ke dekat 97,85.
Harga Dolar AS Hari Ini
Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Dolar AS adalah yang terkuat melawan Yen Jepang.
| USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | -0.01% | -0.09% | 0.67% | -0.03% | -0.08% | -0.21% | -0.15% | |
| EUR | 0.01% | -0.08% | 0.68% | -0.01% | -0.07% | -0.19% | -0.14% | |
| GBP | 0.09% | 0.08% | 0.78% | 0.07% | 0.02% | -0.10% | -0.05% | |
| JPY | -0.67% | -0.68% | -0.78% | -0.69% | -0.74% | -0.88% | -0.82% | |
| CAD | 0.03% | 0.00% | -0.07% | 0.69% | -0.05% | -0.18% | -0.13% | |
| AUD | 0.08% | 0.07% | -0.02% | 0.74% | 0.05% | -0.12% | -0.07% | |
| NZD | 0.21% | 0.19% | 0.10% | 0.88% | 0.18% | 0.12% | 0.05% | |
| CHF | 0.15% | 0.14% | 0.05% | 0.82% | 0.13% | 0.07% | -0.05% |
Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (pembanding).
Greenback tetap berada di posisi terdepan saat para pelaku pasar memprakirakan ketidakpastian yang dipicu oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang memblokir kebijakan tarif Presiden Donald Trump akan bersifat sementara, karena ada beberapa cara untuk mempertahankan bea masuk tambahan. Bahkan Trump telah mengumumkan tarif global sebesar 15% untuk mengimbanginya, dan mengancam akan mengenakan bea yang lebih tinggi jika negara-negara tidak menghormati kesepakatan perdagangan setelah keputusan Mahkamah Agung.
Ke depan, pemicu utama berikutnya untuk Dolar AS adalah pernyataan dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan untuk berbicara di kemudian hari. Para investor akan memperhatikan pernyataan para pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek suku bunga AS. Sementara itu, para pedagang yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan kebijakan mendatang pada bulan Maret dan April, menurut CME FedWatch tool.
Di sisi Euro (EUR), pemicu utama berikutnya adalah data
Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) Jerman untuk bulan Februari, yang akan dirilis pada hari Jumat. Data tersebut diprakirakan menunjukkan bahwa tekanan inflasi tumbuh 0,5% Month-on-Month (MoM) setelah mengalami penurunan 0,1% pada bulan Januari, dengan angka tahunan naik stabil 2,1%.
Dampak dari data inflasi diprakirakan akan terbatas pada prospek kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) karena tekanan harga tetap dekat dengan target 2%.
Selain itu, komentar dari Presiden ECB, Christine Lagarde, dalam sebuah konferensi pada hari Senin memberikan sinyal bahwa tidak ada kebutuhan untuk penyesuaian kebijakan moneter dalam skenario saat ini. "Saya sangat percaya bahwa kita berada di posisi yang baik," kata Lagarde.
Pertanyaan Umum Seputar Dolar AS
Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan mata uang 'de facto' di sejumlah besar negara lain tempat mata uang ini beredar bersama mata uang lokal. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari seluruh perputaran valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun dalam transaksi per hari, menurut data dari tahun 2022. Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih posisi Pound Sterling Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Selama sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas menghilang.
Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%, The Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed akan menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana Fed secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah langkah kebijakan nonstandar yang digunakan ketika kredit telah mengering karena bank tidak akan saling meminjamkan (karena takut gagal bayar oleh rekanan). Ini adalah pilihan terakhir ketika hanya menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diinginkan. Itu adalah senjata pilihan The Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008. Hal ini melibatkan The Fed yang mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses sebaliknya di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo dalam pembelian baru. Hal ini biasanya positif bagi Dolar AS.