- Emas Antam 1 gram turun ke Rp2.856.000, terkoreksi sekitar Rp100.000 dari hari sebelumnya.
- Emas global stabil sekitar USD 4.850/ons, dengan area USD 4.750-4.800 menjadi penopang penting di tengah fase konsolidasi.
- Ekspektasi suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik termasuk perundingan AS-Iran masih menjadi katalis utama arah emas.
Harga emas batangan Antam kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat, dengan emas ukuran 1 gram turun ke sekitar Rp2.856.000 per gram, melemah sekitar Rp100.000 dibanding harga Kamis. Sementara itu, emas ukuran 10 gram tercatat sekitar Rp28.055.000, mencerminkan penyesuaian harga yang masih berlanjut setelah volatilitas tajam sejak akhir Januari.
Pada akhir Januari, emas sempat mencetak rekor tertinggi sekitar Rp3.168.000 per gram sebelum memasuki fase koreksi. Pergerakan terbaru menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar terus mencermati dinamika dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga global, serta perkembangan permintaan domestik yang turut memengaruhi arah harga emas.
Harga emas global masih menunjukkan kecenderungan konsolidasi setelah volatilitas tajam dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini emas diperdagangkan di sekitar USD 4.853 per ons, bergerak stabil di atas area support menengah setelah sempat mengalami koreksi cukup dalam dari puncak sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang sedang menyeimbangkan kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga global, khususnya Federal Reserve, serta dinamika dolar AS, di tengah perhatian tambahan pada perkembangan geopolitik, termasuk rencana perundingan Amerika Serikat dan Iran yang turut menjaga sensitivitas pasar terhadap aset safe haven.
Meski sempat tertekan, posisi emas yang masih bertahan di kisaran atas menunjukkan minat lindung nilai tetap terjaga, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi pasar keuangan, dan dinamika geopolitik tersebut. Ke depan, arah emas cenderung sensitif terhadap data ekonomi AS, ekspektasi kebijakan moneter, serta pergerakan dolar, yang tetap menjadi katalis utama bagi tren logam mulia ini.
Emas Global Stabil di Tengah Konsolidasi, Area USD 4.800 Jadi Penopang Kunci

Harga emas global pada perdagangan Jumat menunjukkan stabilisasi setelah fase koreksi tajam sebelumnya, dengan harga bergerak di sekitar USD 4.850 per ons. Pemantulan terbatas ini mengindikasikan pasar mulai menemukan keseimbangan baru setelah volatilitas tinggi pasca rally kuat akhir Januari, meski tekanan jangka pendek masih terasa.
Secara teknis, area USD 4.750-4.800 tetap menjadi penopang awal yang saat ini berhasil menjaga harga dari penurunan lanjutan, sementara zona USD 4.950-5.000 kembali menjadi hambatan terdekat untuk pemulihan. Jika tekanan kembali meningkat, area sekitar USD 4.570 berpotensi menjadi penopang berikutnya. Sebaliknya, pemulihan yang lebih kuat baru terlihat apabila harga mampu kembali mendekati rentang USD 5.200-5.300, yang masih menjadi hambatan kuat dari rally sebelumnya.
Indikator Relative Strength Index (RSI) yang bergerak di kisaran 50-an menunjukkan momentum pasar cenderung netral setelah sempat melemah tajam, menandakan fase konsolidasi masih berlangsung. Arah selanjutnya diprakirakan tetap sensitif terhadap pergerakan dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga global, serta perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi minat terhadap aset lindung nilai seperti emas.