- Harga emas turun tipis ke dekat $4.500 di awal sesi Asia hari Rabu.
- Ketidakpastian atas kesepakatan damai AS-Iran dan Selat Hormuz yang vital membebani harga emas.
- Pasar saat ini memprakirakan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bp) pada bulan Desember.
Harga emas (XAU/USD) melemah ke sekitar $4.500 selama awal sesi Asia pada hari Rabu. Logam mulia ini melanjutkan penurunan seiring serangan militer AS terbaru terhadap Iran yang meredam harapan kesepakatan damai dan memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi yang terus berlanjut dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Keamanan di Selat Hormuz tetap tidak jelas setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada hari Selasa, dan Komando Pusat AS membantah laporan yang menyebut militer membantu mengawal kapal-kapal.
Bentrok yang diperbarui terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali jalur air penting tersebut sedang berlangsung.
“Meskipun harapan atas kesepakatan AS-Iran memberikan dukungan, situasi tetap rapuh dan persisten, karena ketakutan inflasi terus membayangi logam mulia,” kata Ryan McKay, ahli strategi komoditas senior di TD Securities.
Kevin Warsh dilantik sebagai ketua Federal Reserve (The Fed) AS pada hari Jumat. Ia mengambil alih kepemimpinan bank sentral AS di tengah meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih ketat. Perlu dicatat bahwa emas sering digunakan di tengah ketidakpastian geopolitik tetapi tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang menarik saat suku bunga tinggi.
Para pedagang kini memprakirakan peluang 39,0% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjelang akhir tahun, menurut alat CME FedWatch.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.