- Perak naik lebih dari 1% pada hari Kamis dan diperdagangkan di sekitar $68,10, didukung oleh membaiknya sentimen pasar.
- Kesepakatan antara AS dan Iran meningkatkan permintaan logam mulia meskipun kekhawatiran geopolitik mereda.
- Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve terus membatasi potensi kenaikan logam putih ini.
Perak (XAG/USD) naik menuju $68,10 pada hari Kamis, naik 1,05% pada hari itu pada saat berita ini ditulis. Logam putih ini rebound setelah menemukan dukungan dari perkembangan positif seputar negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sementara para investor terus menilai implikasi dari keputusan kebijakan moneter AS terbaru.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan membuka kembali Selat Hormuz. Terobosan diplomatik ini telah berkontribusi pada penurunan harga Minyak, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi dan memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan.
Pada saat yang sama, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan bulan Juni sambil mempertahankan nada hawkish. Di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh, bank sentral menghapus referensi terhadap bias dovish dan menaikkan proyeksi suku bunga untuk akhir tahun. Pasar kini memprakirakan peluang kuat setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Prospek ini mendukung imbal hasil Treasury AS dan Dolar AS (USD), yang cenderung membatasi daya tarik aset yang tidak berimbal hasil seperti Perak. Greenback yang lebih kuat juga mengurangi daya beli bagi investor internasional, yang berpotensi membebani permintaan logam mulia.
Meski menghadapi hambatan moneter ini, Perak terus mendapat manfaat dari perannya ganda sebagai logam mulia dan logam industri. Para investor kini fokus pada data ekonomi AS yang akan datang, termasuk Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia dan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan, yang dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan mendorong pergerakan lebih lanjut pada Dolar AS dan Perak.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.