- Perak naik pada hari Rabu, didukung oleh permintaan fisik yang kuat di Tiongkok dan pembelian yang terus-menerus di pasar Asia.
- Ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi seputar The Fed terus mendukung minat terhadap logam mulia.
- TD Securities menyoroti bahwa premi Tiongkok yang tinggi dan arus impor mendukung momentum bullish Perak.
Perak (XAG/USD) naik pada hari Rabu dan diperdagangkan di sekitar $88,65 pada saat berita ini ditulis, naik 2,40% dalam sehari. Logam putih ini tetap didukung oleh permintaan Asia yang kuat, meskipun terjadi pemulihan Dolar AS (USD) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, yang umumnya membatasi daya tarik aset yang tidak berimbal hasil.
Pergerakan bullish pada Perak terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di Timur Tengah, karena negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap buntu. Kekhawatiran atas gangguan pasokan energi terus memicu tekanan inflasi global, memperkuat minat investor terhadap logam mulia.
Data inflasi AS terbaru juga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS meningkat menjadi 3,8% YoY pada April, level tertinggi sejak Mei 2023, sementara Indeks Harga Produsen (IHP) naik 6% YoY. Dinamika ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan mendukung Greenback.
Meski lingkungan ini kurang menguntungkan bagi logam mulia, Perak terus menunjukkan ketahanan. Para strategis di TD Securities percaya permintaan Tiongkok saat ini menjadi pendorong utama pasar. Bank tersebut mencatat bahwa para pedagang utama di Bursa Berjangka Shanghai (SHFE) tetap menjadi pembeli Perak dalam beberapa minggu terakhir, sementara premi Tiongkok terus tetap tinggi.
TD Securities juga menambahkan bahwa arbitrase impor beberapa kali tetap terbuka baru-baru ini, menunjukkan bahwa permintaan Asia mendukung kenaikan Perak di luar arus sistematis dari Commodity Trading Advisor (CTA).
Kekuatan permintaan fisik ini membantu mengimbangi dampak negatif dari penguatan Dolar AS dan ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.