- Dolar AS turun seiring pasar mengurangi permintaan safe-haven dan melakukan reposisi.
- NZD menguat, didukung oleh pelemahan dolar daripada kekuatan domestik.
- Ketegangan perang di Timur Tengah gagal mempertahankan kenaikan Dolar AS, menjaga permintaan pasangan NZD/USD.
Pasangan mata uang NZD/USD naik pada hari Senin, 13 April, kembali mendekati area 0,5880 seiring melemahnya Dolar AS (USD) secara luas yang menjadi penggerak pasar dominan.
Berita utama mengenai kegagalan pembicaraan Iran-Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Presiden Donald Trump mengirim Angkatan Laut AS untuk menutup Selat Hormuz.
Meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut, khususnya terkait Selat Hormuz dan sinyal diplomatik yang tidak pasti dari Iran, Dolar AS (USD) kesulitan mempertahankan statusnya sebagai mata uang safe-haven. Sebaliknya, pasar tampaknya mengurangi permintaan berbasis ketakutan awal terhadap dolar, dengan aliran perdagangan bergeser menjauh darinya.
Analisis teknis jangka pendek:
Pada grafik 4 jam, EUR/JPY diperdagangkan di 187,39 dengan bias bullish yang jelas karena tetap nyaman di atas Simple Moving Average (SMA) 20 periode di 186,26 dan SMA 100 periode di 184,52. Pasangan ini menekan level tertinggi baru dengan Relative Strength Index (RSI) 14 periode berada di wilayah overbought dekat 80, yang menunjukkan momentum kenaikan yang kuat namun juga membuat pasangan rentan terhadap aksi ambil untung pada level tinggi.
Di sisi atas, resistance terdekat berada di 187,51, di mana pasokan awal bisa muncul. Di sisi bawah, support terdekat terkonsentrasi tepat di bawah pasar pada 187,37, diikuti oleh 187,08 dan 186,99, dengan SMA 20 periode yang naik di 186,26 memperkuat dasar intraday dan SMA 100 periode di 184,52 mendukung tren naik yang lebih luas.
(Analisis teknis dalam cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)