Ahli Strategi Valas Senior Rabobank, Jane Foley, membahas bagaimana retorika pro-pertumbuhan Kanselir Inggris Raya (UK) Healey dan komitmennya terhadap aturan fiskal telah menimbulkan pertanyaan soal pendanaan, dengan EUR/GBP masih bergerak dalam kisaran. Foley menyoroti kerentanan Pound akibat tingginya kepemilikan asing atas gilt dan harga pasar untuk kenaikan suku bunga Bank of England (BoE), serta memprakirakan EUR/GBP akan bergerak naik menuju 0,87 dalam tiga bulan.
Pound dinilai rentan terhadap risiko kebijakan
"Meskipun EUR/GBP memang sempat mencapai level terendah hari itu sekitar waktu Healey menyelesaikan presentasinya, pasangan mata uang ini tetap berada dalam kisaran yang terbentuk pada hari Jumat lalu."
"Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, pasar gilt berpotensi sangat sensitif terhadap berita negatif terkait anggaran karena jumlah kepemilikan asing yang relatif tinggi. Pembeli luar negeri bisa lebih reaktif terhadap memburuknya aliran berita, dan dalam kasus pasar gilt hal ini dapat berdampak merugikan pada pound."
"Sebaliknya, berita yang mengkhawatirkan tentang anggaran Prancis dalam beberapa tahun terakhir telah membuat para penjual beralih ke pasar obligasi Zona Euro lainnya sehingga hanya berdampak kecil pada EUR."
"Posisi ini dapat membuat pound rentan. Implikasi hawkish dari pertemuan BoE pekan depan sudah tercermin dalam harga, yang berarti pound bisa melemah jika ada hal apa pun yang dapat ditafsirkan sebagai dovish."
"Berdasarkan faktor ini, ditambah potensi sensitivitas pound terhadap urusan fiskal, kami memprakirakan EUR/GBP akan cenderung lebih tinggi, menuju 0,87 dalam pandangan 3 bulan."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)