- Pasangan mata uang GBP/JPY mendapat tekanan karena Sterling melemah menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
- Ketidakpastian politik Inggris membebani Pound dengan pasar mengamati nominasi kepemimpinan Partai Buruh yang akan dimulai pada 9 Juli.
- Data PMI Inggris yang lemah menambah tekanan ke bawah dengan PMI Gabungan tetap dalam kontraksi di 49,4 dan PMI Jasa turun ke 48,7.
Pasangan mata uang GBP/JPY mendapat tekanan di dekat level 213,00 pada hari Rabu karena Pound Inggris melemah setelah Perdana Menteri Inggris (UK) Keir Starmer mengumumkan bahwa ia akan mundur sebagai pemimpin Partai Buruh dan Perdana Menteri. Kejutan politik ini menambah ketidakpastian prospek Inggris, dengan nominasi kepemimpinan Partai Buruh diperkirakan akan dimulai pada 9 Juli.
Sterling kehilangan nilai karena para investor menilai risiko transisi kepemimpinan pada saat ekonomi Inggris sudah menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Pasar kemungkinan akan mengamati apakah pemimpin Partai Buruh berikutnya akan memberikan sinyal perubahan besar dalam kebijakan fiskal, rencana pinjaman, atau prioritas ekonomi karena ketidakpastian politik dapat membuat Pound rentan dalam jangka pendek.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Gabungan Inggris S&P Global turun ke 49,4 pada bulan Juni dari 49,7 pada bulan Mei, tetap di bawah ambang batas 50,0 untuk bulan kedua berturut-turut. PMI Jasa turun ke 48,7 dari 49,3, menandai pembacaan terlemah dalam 41 bulan, sementara Indeks Output Manufaktur Kilat Inggris meningkat ke 53,6 dari 52,2.
Analisis teknis jangka pendek:
Pada grafik 4 jam, GBP/JPY diperdagangkan di 213,02, mempertahankan nada bearish jangka pendek karena harga berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 20-periode di 213,45 dan SMA 100-periode di 214,31. Konfigurasi ini menunjukkan rally kemungkinan akan terbatas selama berada di bawah rata-rata ini, dengan Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 41, mengindikasikan momentum bullish yang lemah daripada kondisi jenuh jual yang nyata.
Di sisi atas, resistance terdekat muncul di 213,25, diikuti oleh zona konfluensi sekitar 213,45 di mana terdapat penghalang horizontal yang sejajar dengan SMA 20-periode, sementara SMA 100-periode di 214,31 menjadi rintangan yang lebih kuat jika upaya pemulihan meluas lebih tinggi. Di sisi bawah, support awal terlihat di 212,77, sebelum lantai horizontal yang lebih rendah di 212,54, di mana penembusan akan memperkuat bias bearish yang lebih luas dan membuka potensi penurunan lebih dalam.
(Analisis teknis dari cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)