- Emas melanjutkan penurunan selama dua hari berturut-turut dan mendekati area $4.400.
- Logam mulia tetap rentan saat ketegangan geopolitik tidak menjadi pendorong utama.
- Indikator-indikator teknis menunjukkan momentum bearish semakin meningkat.
Emas (XAU/USD) mengalami penurunan untuk dua hari berturut-turut pada hari Kamis, setelah ditolak di $4.500. Para penjual mengamati area resistance sebelumnya, di $4.400, di tengah pelemahan umum logam-logam mulia.
Para investor tampaknya telah mengabaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai wilayah dunia, dari Venezuela hingga Tiongkok, Iran, dan Greenland. Fokus telah bergeser ke rilis Nonfarm Payrolls AS yang penting, yang dijadwalkan pada hari Jumat, yang diprakirakan dapat memperjelas ruang lingkup siklus pelonggaran moneter Federal Reserve AS.
Analisis Teknis: Indikator-Indikator Menyoroti Momentum Bearish Semakin Meningkat
XAU/USD diperdagangkan di $4.428,46, mendekati area $4.400, di mana Simple Moving Average (SMA) 100-periode, yang telah mendukung rally pasangan ini sejak pertengahan November, melintasi tertinggi 31 Desember dan 2 Januari. Lower high minggu ini dan indikator-indikator teknis menambah argumen untuk pembalikan yang lebih dalam.
Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah meluncur ke wilayah negatif, dan garis MACD telah melintasi di bawah garis Sinyal, sebuah sinyal negatif. Relative Strength Index berada di bawah level utama 50, memasuki wilayah bearish.
Konfirmasi di bawah area $4.400 yang disebutkan membuka jalan menuju level terendah 2 Januari di $4.309, dan level terendah 16 dan 31 Desember di dekat $4.270. Resistance terdekat berada di level tertinggi hari Selasa, dekat $4.500, yang menutup jalan menuju level tertinggi sepanjang masa, di $4.449, yang dicapai pada 26 Desember.
(Analisis teknis dari berita ini ditulis dengan bantuan alat AI)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.