- Harga Emas naik mendekati $4.370 di awal sesi Asia hari Senin.
- Ketegangan geopolitik dan taruhan penurunan suku bunga The Fed mendorong harga Emas.
- Laporan PMI Manufaktur ISM AS akan dirilis pada hari Senin, menjelang data NFP yang sangat dinantikan.
Harga Emas (XAU/USD) naik ke sekitar $4.370 selama awal jam perdagangan Asia pada hari Senin. Logam mulia ini melanjutkan kenaikannya di tengah lonjakan risiko geopolitik yang baru setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS). Para pedagang akan memantau perkembangan seputar penyitaan Maduro oleh AS dan menunggu data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS yang akan dirilis nanti pada hari Senin.
CNN melaporkan selama akhir pekan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan "serangan skala besar terhadap Venezuela" dan menangkap Presiden Maduro untuk menghadapi tuduhan. Tindakan ini dilakukan tanpa persetujuan Kongres. Trump menambahkan bahwa AS akan mengelola Venezuela sampai dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.
Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa AS akan menggunakan pengaruh atas minyak untuk memaksa perubahan lebih lanjut di Venezuela. Serangan AS terhadap Venezuela diperkirakan akan memicu ketegangan geopolitik di kawasan tersebut dan memicu ketidakpastian. Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan aset-aset safe-haven tradisional seperti Emas.
Risalah terbaru dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve (The Fed) AS melihat penurunan suku bunga lebih lanjut sebagai langkah yang tepat selama inflasi menurun seiring waktu, meskipun mereka tetap terpecah mengenai kapan dan seberapa jauh untuk memotong. Suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang Emas, mendukung logam mulia yang tidak berimbal hasil ini.
Rilis laporan ketenagakerjaan AS bulan Desember akan menjadi sorotan pada hari Jumat. Konsensus pasar memprakirakan Nonfarm Payrolls (NFP) akan meningkat sebesar 57.000 lapangan pekerjaan. Jika hasilnya lebih kuat dari yang diprakirakan, hal ini dapat memperkuat Dolar AS (USD) dan membebani harga komoditas yang berdenominasi USD dalam jangka pendek.
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.