- Emas bertahan di atas $4.250 setelah gagal mengonfirmasi di atas $4.370.
- Sikap hawkish The Fed meningkatkan harapan kenaikan suku bunga tahun ini dan mendorong Dolar AS menguat secara menyeluruh.
- XAU/USD menghadapi kumpulan resistance di atas $4.300.
Emas (XAU/USD) menunjukkan kenaikan marginal pada hari Kamis, tetapi tetap dekat dengan level terendah mingguan di $4.220. Pemulihan logam mulia ini, yang didorong oleh harapan kesepakatan damai di Iran, hancur pada hari Rabu karena pernyataan Federal Reserve yang condong hawkish meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga di akhir tahun.
The Fed mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, seperti yang diprakirakan secara luas, tetapi ketua baru, Kevin Warsh, menegaskan tekadnya untuk menurunkan inflasi ke target 2% dan merilis pernyataan yang dipersingkat, tanpa menyebut bias dovish.
Bank tersebut mengamati perbaikan dalam aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja yang lebih kuat, sementara proyeksi suku bunga mengungkapkan bahwa sembilan dari 19 anggota dewan memprakirakan setidaknya satu kali kenaikan pada tahun 2026. Pasar futures telah meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga pada Oktober, yang menjaga imbal hasil Treasury AS dan Dolar AS tetap kuat.
Analisis Teknis: Mencari arah di bawah $4,30

XAU/USD diperdagangkan di $4.269, mempertahankan nada bearish yang lebih luas karena berada di bawah pita resistance yang padat. Indikator momentum pada grafik harian membaik tetapi tetap di wilayah bearish. Relative Strength Index (RSI) berada sedikit di atas 40 sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap marginal negatif, yang bersama-sama menunjukkan bahwa momentum turun telah mereda tetapi belum berbalik.
Para bulls terhenti di level support sebelumnya dekat $4.370 (terendah 28 Mei), yang bersama dengan resistance downtrend dari tertinggi awal Maret, tepat di atas $4.400, dan SMA 200-hari di $4.464, kemungkinan akan menjadi tantangan serius.
Di sisi bawah, terendah hari Rabu, dekat $4.220, kemungkinan akan memberikan beberapa support sebelum terendah 11 Juni di $4.023. Lebih jauh ke bawah, target berikutnya adalah terendah akhir Oktober 2025, di $3.886.
(Analisis teknis dari cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.