- EUR/USD menguat ke sekitar 1,1535 di awal sesi Asia hari Senin.
- Nada bearish pasangan mata uang utama ini tetap dominan di bawah SMA 100 hari.
- Level support awal terlihat di 1,1530; level resistance terdekat yang perlu diperhatikan adalah 1,1570.
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan di wilayah positif di dekat 1,1535 selama awal sesi perdagangan Eropa pada hari Senin, didukung oleh membaiknya sentimen risiko. Euro (EUR) naik tipis terhadap Dolar AS (USD) setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump telah membatalkan serangan terhadap Iran dan pembicaraan antara kedua pihak akan berlangsung pada hari Senin. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran.
Para pedagang bersiap menghadapi data Penjualan Ritel Jerman untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Senin. Jika laporan tersebut keluar lebih lemah dari yang diprakirakan, hal ini dapat menyeret mata uang bersama ini lebih rendah. Di agenda AS, data Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur ISM AS akan dipublikasikan.
Analisis Teknis:
Pada grafik harian, EUR/USD diperdagangkan di 1,1533. Pasangan mata uang ini tetap dibatasi dalam jangka pendek karena harga spot bertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 hari di 1,1569, menjaga nada yang lebih luas tetap berat meski baru-baru ini memantul. Relative Strength Index (14) di 62,5 menunjukkan momentum positif yang solid, tetapi dengan harga masih berada di bawah rata-rata tren utama, kekuatan ini hanya mengisyaratkan rebound korektif dalam latar belakang bearish yang lebih luas.
Pada sisi bawah, support terdekat sejajar dengan upper Bollinger Band di 1,1529, dengan SMA 20 hari pada band tengah di 1,1430 dan band bawah di dekat 1,1331 menandai bantalan yang lebih dalam jika aksi jual berlanjut. Pada sisi atas, penutupan harian di atas SMA 100 hari di 1,1569 akan diperlukan untuk meredakan tekanan bearish dan membuka jalan bagi pemulihan yang lebih berkelanjutan menuju level yang lebih tinggi.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Euro sempat terdorong oleh CPI Prancis saat komentar ECB tetap minim
Para analis di Scotiabank mencatat bahwa Euro menerima "dorongan kecil" lebih awal pada sesi tersebut setelah data CPI Prancis "keluar jauh di atas ekspektasi," tetapi menegaskan bahwa dukungan itu cepat memudar karena "dampaknya hanya berlangsung singkat karena tema yang lebih luas mengambil alih." Mereka menambahkan bahwa "komentar dari ECB terbatas dan kalender pidato kosong selama sekitar satu minggu ke depan," sehingga mata uang ini sebagian besar diperdagangkan mengikuti pendorong makro yang berlaku, bukan sinyal kebijakan baru.
Pertanyaan Umum Seputar Euro
Euro adalah mata uang untuk 19 negara Uni Eropa yang termasuk dalam Zona Euro. Euro adalah mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada tahun 2022, mata uang ini menyumbang 31% dari semua transaksi valuta asing, dengan omzet harian rata-rata lebih dari $2,2 triliun per hari.
EUR/USD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang sekitar 30% dari semua transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%) dan EUR/AUD (2%).
Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, adalah bank cadangan untuk Zona Euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter.
Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan. Alat utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi – biasanya akan menguntungkan Euro dan sebaliknya.
Dewan Pengurus ECB membuat keputusan kebijakan moneter pada pertemuan yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh kepala bank nasional Zona Euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.
Data inflasi Zona Euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP), merupakan ekonometrik penting bagi Euro. Jika inflasi naik lebih dari yang diharapkan, terutama jika di atas target 2% ECB, maka ECB harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikannya kembali.
Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan suku bunga negara-negara lain biasanya akan menguntungkan Euro, karena membuat kawasan tersebut lebih menarik sebagai tempat bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka.
Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi Euro. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah mata uang tunggal.
Ekonomi yang kuat baik untuk Euro. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro kemungkinan akan jatuh.
Data ekonomi untuk empat ekonomi terbesar di kawasan Euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting, karena mereka menyumbang 75% dari ekonomi Zona Euro.
Rilis data penting lainnya bagi Euro adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu.
Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang sangat diminati, maka nilai mata uangnya akan naik murni dari permintaan tambahan yang diciptakan oleh pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca yang negatif.