- Perak dapat rebound karena data inflasi AS yang lebih lemah memicu harapan bahwa The Fed mungkin mengadopsi sikap yang kurang hawkish.
- Harga minyak bergerak lebih tinggi akibat ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat, membuat kekhawatiran inflasi tetap kuat di radar para investor.
- Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen terhadap stabilitas harga tetapi tidak memberi sinyal sikap kebijakan yang lebih agresif.
Harga Perak (XAG/USD) bergerak sedikit lebih rendah setelah mencatat kenaikan pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $58,50 per ons Troy selama sesi perdagangan Asia pada hari Rabu. Harga logam putih yang tidak memberikan imbal hasil ini dapat rebound karena data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) AS mungkin mengadopsi sikap moneter yang kurang hawkish.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS melambat menjadi 3,5% year-over-year pada bulan Juni, turun dari level tertinggi tiga tahun di 4,2% pada bulan Mei dan jauh di bawah konsensus pasar sebesar 3,8%. Secara bulanan, IHK utama justru turun 0,4% pada bulan Juni, perubahan yang signifikan dari kenaikan 0,5% yang tercatat pada bulan Mei.
Sementara itu, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga selama kesaksian di Kongres pada hari Selasa tetapi tidak memberi sinyal sikap kebijakan yang lebih agresif.
Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September. Pergeseran ini terjadi ketika ketegangan baru antara AS dan Iran mendorong harga minyak naik, membuat kekhawatiran inflasi tetap kuat di radar para investor.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.