- Perak merosot seiring Dolar yang kuat dan imbal hasil yang stabil membatasi permintaan logam mulia.
- Level tinggi yang lebih rendah dan RSI bearish menunjukkan risiko penurunan menuju support $70,00.
- Penembusan di bawah $72,00 dapat menargetkan SMA 100-hari di dekat $64,70; $75,00 membatasi rebound.
Harga Perak (XAG/USD) anjlok untuk pertama kalinya dalam seminggu, turun hampir 5% didorong oleh imbal hasil Treasury AS yang stabil dan Dolar AS yang kuat, yang membebani logam putih. Pada saat berita ini ditulis, XAG/USD diperdagangkan di $73,49 setelah mencapai puncak di $76,87.
Prakiraan Harga XAG/USD: Prospek Teknis
Gambaran teknis menunjukkan Perak memiliki bias netral tetapi condong ke sisi negatif. Aksi harga menunjukkan serangkaian level tinggi yang lebih rendah, bersamaan dengan mencapai level terendah enam hari di $72,00, yang jika terlampaui secara meyakinkan, membuka jalan untuk menguji $70,00.
Kemiringan Relative Strength Index (RSI) mengarah ke bawah, tetap berada di wilayah bearish, menunjukkan bahwa XAG/USD dapat melanjutkan jalurnya menuju pengujian Simple Moving Average (SMA) 100-hari di $64,71.
Jika terjadi kelemahan lebih lanjut, support berikutnya adalah milestone $60,00.
Sebaliknya, jika XAG/USD merebut kembali $75,00, para pembeli dapat tetap optimis untuk menantang SMA 50-hari di $79,39. Penembusan yang terakhir akan mengekspos $80,00.
Grafik Harga XAG/USD — Harian

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.