< Back

Daily Investment Summary 22 Januari 2020

22 January 2020



Global- Presiden Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve. Menurutnya The Fed menaikkan suku bunga terlalu cepat dan menurunkannya terlalu lambat. Dalam pernyataan lain Trump menggembar-gemborkan prestasi pemerintahannya meskipun pendekatannya tidak lazim. Menurutnya, AS juga berada di posisi ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya.
 
Asia- Bursa saham Asia Timur ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/01). Sentimen penurunan indeks utama Asia setelah adanya isu kesehatan yakni penyebaran virus Korona di China, mengingatkan buruknya isu flue burung beberapa tahun lalu. Penyebaran penyakit tersebut dikhawatirkan akan dengan cepat terjadi mengingat China akan menghadapi tahun baru pada akhir pekan ini, merespon hal ini bursa Shanghai turun 1,41%. Kendati demikian, kami menilai sentimen penyebaran penyakit ini dapat berlangsung sementara. Peringkat kredit Hong Kong kembali dipangkas menjadi Aa2 oleh Moody’s, melihat situasi politik Hong Kong belum menujukkan kemajuan berarti, merespon kabat ini Hang Seng Index jatuh 2,81%. Bank Sentral Jepang (BoJ) tidak mengubah suku bunga tetap -0,1% dalam rapat dewan gubernur hari ini. Namun, BoJ menaikkan projeksi pertumbuhan ekonomi Jepang dari 0,7% menjadi 0,9% YoY. Meskipun demikian, Nikkei 225 tetap terkoreksi 0,91% demikian juga Kospi yang jatuh 1,01%.
 
Indonesia- Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan bahwa kondisi keuangan Indonesia saat ini berada dalam tingkat yang stabil. Demikian dengan Inflasi terus stabil dan terjaga di 3% sampai 2019, kemiskinan juga turun terendah dalam sejarah pada 2018 di bawah dua digit, dan angka pengangguran terus menurun hingga sekarang hanya mencapai 5,28%.  Indonesia (BI) akan melangsungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22 Januari - 23 Januari 2020. Pasar perkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan karena dapat memberikan waktu bagi perbankan untuk merespon penurunan suku bunga acuan hingga 100 basis poin di tahun 2019, Apalagi dengan melihat penurunan suku bunga kredit yang masih cenderung lambat. Tetapi, sisi lainnya ada ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75% untuk tujuan mendukung ekspansi ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, didukung oleh inflasi yang relatif rendah dan terkendali serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih dalam tren penguatan pada bulan Januari 2020.
 





Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF