< Back

Daily Investment Summary 15 Oktober 2021

15 October 2021



Global - Indeks global bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis (14/10) kendati Wall Street cenderung mixed mencerna data ekonomi dan antisipasi laporan keuangan 3Q21. Pergerakkan indeks tampaknya menyambut rilis The Fed yang akan melakukan reduksi pembelian aset atau tapering pada pertengahan November ditengah resiko inflasi yang meningkat. Adapun berdasarkan rilis tersebut, The Fed diperkirakan akan menargetkan tapering akan selesai pada 2H22, dan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga pada September 2022, atau lebih cepat dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang diramalkan akan terjadi pada 2023. Bahkan, beberapa anggota The Fed menggaris bawahi normalisasi moneter bisa terjadi secara agresif, dan kenaikan suku bunga pada tahun depan juga diperkirakan terjadi dua kali. Normalisasi yang diperkirakan terjadi secara agresif akibat inflasi tinggi yang diperkirakan akan lebih lama dibandingkan ekspektasi. Hal ini sejalan dengan angka CPI AS pada September 2021 yang naik 0,4% MoM, menjadi YoY inflasi menjadi 5,4%, atau jauh lebih tinggi dibandingkan target The Fed yang sedikit diatas 2%. Kenaikan CPI tersebut utamanya disebabkan oleh kenaikan harga energy. Jika tidak memfaktorisasi faktor makanan dan energy, maka inflasi hanya 0,2% MoM atau 4,0% Yoy.
 
Asia - Di sisi lain, inflasi harga produsen di Cina juga menunjukkan peningkatan signifkan 10,7% YoY sedangkan inflasi harga produsen 0,7% YoY. Sementara itu, beberapa negara telah memulai lebih cepat normalisasi moneternya seperti Korea Selatan, New Zealand dan hari ini, Singapore yang secara mengejutkan menaikkan suku bunga setelah pertumbuhan naik 6,5% YoY pada 3Q21. Adapun, Nikkei 225 rebound 1,46% sedangkan Shanghai turun 0,10%. Untuk Hangseng ditutup karena libur nasional.
 
Indonesia - IHSG melanjutkan rally 1,36%, menembus level 6.600 dengan Rupiah stabil berada Rp14.234 per dolar AS. Asing bertahan NET BUY Rp1,59 triliun untuk semua pasar dengan saham-saham yang menjadi sasaran net BUY antara lain BBCA, TLKM, BMRI dan ASII. Kenaikah IHSG ini cukup anomaly mengingat tapering The Fed yang semakin dekat. Akan tetapi, sepertinya pasar melihat bahwa langkah normalisasi moneter adalah sinyalemen ekonomi global yang sudah cukup kuat dan menjadi langkah yang diperlukan mengingat inflasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi dan bisa bertahan lama.
 




Source: berbagai sumber diolah kembali

Download: PDF