< Back

Daily News 21 February 2020

21 February 2020

VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah mengusulkan agar kendaraan bermotor yang masih mengeluarkan emisi CO2 atau kendaraan berbasis bahan bakar fosil juga dikenai cukai. Alasan pemerintah karena dampak yang ditimbulkan kendaraan berbahan bakar fosil mengeluarkan polusi yang berkontribusi pada perubahan iklim. Subjek yang wajib membayar cukai emisi karbon terseut adalah pabrikan dan importir.  Artinya produsen harus bayar dan tarif cukainya avalorum dan atau spesifik multitarif berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan dengan aspek keseimbangan dan keadilan. Namun, pemerintah akan mengecualikan bagi kendaraan bermotor yang tidak menghasilkan emisi CO2, seperti mobil atau motor listrik serta kendaran umum, pemerintah, keperluan khusus seperti ambulan, damkar dan angkutan tidak dikenakan.

Ditengah kondisi ekonomi global dengan ketidakpastian membuat Bank Indonesia (BI) akhirnya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1-5,5% menjadi 5-5,4%. Penyebabnya, virus corona dinilai akan berdampak ke perekonomian dalam negeri. Dari sisi pariwisata, wabah virus corona akan membuat Indonesia kehilangan devisa US$ 1,3 miliar. Hal ini seiring pelarangan penerbangan ke Cina. Sedangkan dari sisi perdagangan, Indonesia berpotensi kehilangan US$ 300 juta akibat gangguan logistik terhadap ekspor, dapat mencapai US$ 700 juta. BI juga memperkirakan dana investasi dari Cina menurun US$ 400 juta.

Kabar lain, BI memangkas bunga acuan sebesar 25 bps untuk menjaga daya tahan ekonomi dari dampak penyebaran virus korona. BI melakukan langkah preventif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi global akibat terjadinya Covid-19.

Dipihak lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, wabah virus corona mulai berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal itu tecermin dari perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak. Dari penerimaan bruto, realisasi pajak dari sektor perdagangan pada Januari 2020 mulai melambat. Realisasi pajak dari sektor itu hanya Rp 22,18 triliun. Pertumbuhannya melambat dari 8,4% pada Januari 2019 menjadi 2,6%.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Gedung Putih mengakui bahwa langkah agresif Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu memicu perlambatan ekonomi dan investasi. Ketidakpastian ini utamanya disebabkan oleh negosiasi dagang yang telah menekan investasi.

Prediksi IHSG :
Akumulasi sentimen negatif yang muncul ke pasar menjadi kendala bagi IHSG yang sulit untuk bisa melaju ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini. Termasuk juga koreksi saham AS pada Kamis semakin menambah berat bagi IHSG ke teritorial positif.

Perspektif tenikal
Support Level :    5928/5913/5896
Resistance Level :   5959/5976/5991
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

INDF: Trading Buy
• Close 7300, TP 7425
• Boleh buy di level 7100-7300
• Resistance di 7425 & support di 7100
• Waspadai jika tembus di 7100
• Batasi resiko di 7025

GGRM: Trading Buy
• Close 55575, TP 56925
• Boleh buy di level  55125-55575
• Resistance di 56925 & support di 55125
• Waspadai jika tembus di 55125
• Batasi resiko di 54825

UNVR : Trading Buy
• Close 7650, TP 7750
• Boleh buy di level  7525-7650
• Resistance di 7750 & support di 7525
• Waspadai jika tembus di 7525
• Batasi resiko di 7475

ASII:  Trading Buy
• Close 6275, TP 6325
• Boleh buy di level  6175-6275
• Resistance di 6325 & support di 6175
• Waspadai jika tembus di 6175
• Batasi resiko di 6125

BBRI:  Trading Buy
• Close 4560, TP 4590
• Boleh buy di level  4520-4560
• Resistance di 4590 & support di 4520
• Waspadai jika tembus di 4520
• Batasi resiko di 4500

ACES:  Trading Buy
• Close 1560, TP 1585
• Boleh buy di level  1535-1560
• Resistance di 1585 & support di 1535
• Waspadai jika tembus di 1535
• Batasi resiko di 1520

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
ICBP, PGAS, BBRI, JPFA, TLKM,  

(Disclaimer ON)

Baca laporan selengkapnya.