- Pasangan mata uang USD/CHF naik seiring Dolar AS menguat karena meningkatnya permintaan safe-haven yang didorong oleh ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.
- Kenaikan Greenback mungkin terbatas di tengah laporan bahwa AS, Iran, dan mediator membahas kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari.
- Inflasi tahunan Swiss tetap dekat dengan batas bawah target SNB, mengurangi tekanan untuk penyesuaian kebijakan.
USD/CHF melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari berturut-turut, diperdagangkan di kisaran 0,8010 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Pasangan mata uang ini menguat seiring Dolar AS (USD) menguat di tengah meningkatnya permintaan safe-haven akibat ketidakpastian yang meningkat di Timur Tengah.
Namun, kenaikan Greenback mungkin terbatas setelah laporan bahwa Amerika Serikat (AS), Iran, dan mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari. Sumber yang tidak disebutkan namanya melihat peluang rendah tercapainya kesepakatan dalam 48 jam ke depan, menurut laporan dari Axios yang dikutip oleh Bloomberg.
Sebelumnya, Presiden Trump menetapkan tenggat waktu baru pada hari Selasa bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sambil meningkatkan ancaman terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur sipil lainnya. Pejabat Iran memperingatkan balasan timbal balik, menargetkan infrastruktur yang terkait dengan AS, dan menyatakan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup sampai kompensasi atas kerusakan akibat perang diamankan.
Kenaikan harga energi memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin menunda pemotongan suku bunga dan bahkan dapat menaikkan biaya pinjaman akhir tahun ini jika tekanan inflasi berlanjut. Para pelaku pasar kini menantikan Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru untuk panduan yang lebih jelas mengenai arah kebijakan bank sentral.
Data inflasi domestik terbaru meredakan tekanan pada Swiss National Bank (SNB) untuk menyesuaikan kebijakan. Inflasi tahunan naik menjadi 0,3% tahun-ke-tahun (YoY) di bulan Maret, tertinggi dalam setahun, namun tetap dekat dengan batas bawah target SNB 0–2%.
Pertanyaan Umum Seputar Franc Swiss
Franc Swiss (CHF) adalah mata uang resmi Swiss. Franc Swiss termasuk dalam sepuluh mata uang yang paling banyak diperdagangkan secara global, dengan volume yang jauh melampaui ukuran ekonomi Swiss. Nilainya ditentukan oleh sentimen pasar secara luas, kesehatan ekonomi negara atau tindakan yang diambil oleh Bank Nasional Swiss (SNB), di antara faktor-faktor lainnya. Antara tahun 2011 dan 2015, Franc Swiss dipatok terhadap Euro (EUR). Patokan tersebut tiba-tiba dicabut, yang mengakibatkan peningkatan lebih dari 20% dalam nilai Franc, yang menyebabkan kekacauan di pasar. Meskipun patokan tersebut tidak berlaku lagi, peruntungan CHF cenderung sangat berkorelasi dengan peruntungan Euro karena ketergantungan tinggi ekonomi Swiss pada Zona Euro sebagai tetangga.
Franc Swiss (CHF) dianggap sebagai aset safe haven, atau mata uang yang cenderung dibeli oleh para investor saat pasar sedang tertekan. Hal ini dikarenakan status Swiss di mata dunia: ekonomi yang stabil, sektor ekspor yang kuat, cadangan bank sentral yang besar, atau sikap politik yang sudah lama netral dalam konflik global menjadikan mata uang negara tersebut sebagai pilihan yang baik bagi para investor yang menghindari risiko. Masa-masa sulit cenderung memperkuat nilai CHF terhadap mata uang lain yang dianggap lebih berisiko untuk diinvestasikan.
Bank Sentral Swiss (SNB) melakukan rapat sebanyak empat kali dalam setahun – sekali setiap kuartal, lebih sedikit dari bank sentral utama lainnya – untuk memutuskan kebijakan moneter. Bank tersebut menargetkan tingkat inflasi tahunan kurang dari 2%. Ketika inflasi berada di atas target atau diprakirakan akan berada di atas target di masa mendatang, bank ini akan mencoba mengendalikan pertumbuhan harga dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Franc Swiss (CHF) karena menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi, menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.
Rilis data ekonomi makro di Swiss merupakan kunci untuk menilai kondisi ekonomi dan dapat memengaruhi valuasi Franc Swiss (CHF). Ekonomi Swiss secara umum stabil, tetapi setiap perubahan mendadak dalam pertumbuhan ekonomi, inflasi, giro berjalan, atau cadangan mata uang bank sentral berpotensi memicu pergerakan CHF. Secara umum, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengangguran yang rendah, dan keyakinan yang tinggi baik bagi CHF. Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan momentum yang melemah, CHF kemungkinan akan terdepresiasi.
Sebagai negara dengan ekonomi kecil dan terbuka, Swiss sangat bergantung pada kesehatan ekonomi negara-negara tetangga di Zona Euro. Uni Eropa yang lebih luas merupakan mitra ekonomi utama Swiss dan sekutu politik utama, sehingga stabilitas kebijakan makroekonomi dan moneter di Zona Euro sangat penting bagi Swiss dan, dengan demikian, bagi Franc Swiss (CHF). Dengan ketergantungan seperti itu, beberapa model menunjukkan bahwa korelasi antara peruntungan Euro (EUR) dan CHF lebih dari 90%, atau mendekati sempurna.