- USD/CHF tetap kuat karena Dolar AS mempertahankan posisi stabil di tengah kehati-hatian setelah serangan AS di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
- Ketegangan di Timur Tengah mereda setelah Israel dan Iran secara terpisah memberikan sinyal jeda sementara dalam permusuhan.
- Nonfarm Payrolls AS diprakirakan naik sebesar 62 Ribu di bulan April, setelah kenaikan 178 Ribu di bulan Maret.
USD/CHF mempertahankan kenaikan selama dua hari berturut-turut, diperdagangkan sekitar 0,7810 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Pasangan mata uang ini tetap lebih kuat karena Dolar AS (USD) bertahan setelah mencatat kenaikan moderat pada sesi sebelumnya.
Para pedagang tetap berhati-hati setelah militer AS melakukan serangan di kota pelabuhan Iran Bandar Abbas dan Pulau Qeshm di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan Iran meluncurkan serangan rudal, drone, dan perahu kecil terhadap USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason saat kapal perusak berpemandu rudal tersebut melintasi Selat Hormuz. Menurut pernyataan resmi, CENTCOM menggambarkan tindakan Iran tersebut sebagai tidak provokatif dan mengatakan pasukan AS merespons berdasarkan hak mereka untuk membela diri.
Namun, ketegangan yang diperbarui di Timur Tengah mereda setelah komentar terpisah dari Israel dan Iran menunjukkan bahwa permusuhan sementara mereda. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran tetap berlaku. Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Fox News bahwa serangan terbaru ini tidak menandakan dimulainya kembali perang dan tidak boleh dipandang sebagai akhir dari pengaturan gencatan senjata saat ini.
Pemerintahan Trump sedang menunggu balasan Iran atas proposal yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik yang hampir berlangsung selama 10 minggu. Namun, ketegangan tetap tinggi di seluruh Teluk Persia dan Lebanon. Laporan menyebutkan bahwa Teheran diperkirakan akan mengirimkan responsnya melalui Pakistan dalam dua hari ke depan.
Di kemudian hari, para pelaku pasar akan memantau data Iklim Konsumen SECO Swiss (3 bulan) untuk Kuartal II. Para investor juga akan mengalihkan perhatian ke laporan ketenagakerjaan AS bulan April, yang diprakirakan menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls naik sebesar 62 Ribu lapangan pekerjaan di bulan April, turun dari 178 Ribu di bulan Maret, sementara Tingkat Pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,3%.
Pertanyaan Umum Seputar Franc Swiss
Franc Swiss (CHF) adalah mata uang resmi Swiss. Franc Swiss termasuk dalam sepuluh mata uang yang paling banyak diperdagangkan secara global, dengan volume yang jauh melampaui ukuran ekonomi Swiss. Nilainya ditentukan oleh sentimen pasar secara luas, kesehatan ekonomi negara atau tindakan yang diambil oleh Bank Nasional Swiss (SNB), di antara faktor-faktor lainnya. Antara tahun 2011 dan 2015, Franc Swiss dipatok terhadap Euro (EUR). Patokan tersebut tiba-tiba dicabut, yang mengakibatkan peningkatan lebih dari 20% dalam nilai Franc, yang menyebabkan kekacauan di pasar. Meskipun patokan tersebut tidak berlaku lagi, peruntungan CHF cenderung sangat berkorelasi dengan peruntungan Euro karena ketergantungan tinggi ekonomi Swiss pada Zona Euro sebagai tetangga.
Franc Swiss (CHF) dianggap sebagai aset safe haven, atau mata uang yang cenderung dibeli oleh para investor saat pasar sedang tertekan. Hal ini dikarenakan status Swiss di mata dunia: ekonomi yang stabil, sektor ekspor yang kuat, cadangan bank sentral yang besar, atau sikap politik yang sudah lama netral dalam konflik global menjadikan mata uang negara tersebut sebagai pilihan yang baik bagi para investor yang menghindari risiko. Masa-masa sulit cenderung memperkuat nilai CHF terhadap mata uang lain yang dianggap lebih berisiko untuk diinvestasikan.
Bank Sentral Swiss (SNB) melakukan rapat sebanyak empat kali dalam setahun – sekali setiap kuartal, lebih sedikit dari bank sentral utama lainnya – untuk memutuskan kebijakan moneter. Bank tersebut menargetkan tingkat inflasi tahunan kurang dari 2%. Ketika inflasi berada di atas target atau diprakirakan akan berada di atas target di masa mendatang, bank ini akan mencoba mengendalikan pertumbuhan harga dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Franc Swiss (CHF) karena menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi, menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.
Rilis data ekonomi makro di Swiss merupakan kunci untuk menilai kondisi ekonomi dan dapat memengaruhi valuasi Franc Swiss (CHF). Ekonomi Swiss secara umum stabil, tetapi setiap perubahan mendadak dalam pertumbuhan ekonomi, inflasi, giro berjalan, atau cadangan mata uang bank sentral berpotensi memicu pergerakan CHF. Secara umum, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengangguran yang rendah, dan keyakinan yang tinggi baik bagi CHF. Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan momentum yang melemah, CHF kemungkinan akan terdepresiasi.
Sebagai negara dengan ekonomi kecil dan terbuka, Swiss sangat bergantung pada kesehatan ekonomi negara-negara tetangga di Zona Euro. Uni Eropa yang lebih luas merupakan mitra ekonomi utama Swiss dan sekutu politik utama, sehingga stabilitas kebijakan makroekonomi dan moneter di Zona Euro sangat penting bagi Swiss dan, dengan demikian, bagi Franc Swiss (CHF). Dengan ketergantungan seperti itu, beberapa model menunjukkan bahwa korelasi antara peruntungan Euro (EUR) dan CHF lebih dari 90%, atau mendekati sempurna.