- USD/CHF melemah ke area 0,7060 tetapi tetap dekat dengan level tertinggi 10 hari di 0,7875.
- Schlegel dari SNB memastikan bahwa bank siap menyesuaikan kebijakan moneter jika diperlukan.
- Dolar AS menguat minggu ini di tengah ketidakpastian Timur Tengah dan data ekonomi AS yang kuat.
Dolar AS (USD) mempertahankan tren bullish jangka pendek terhadap Franc Swiss (CHF), tetapi pasangan mata uang ini melemah dari level tertinggi 10 hari di 0,7875 pada hari Jumat ke level dekat 0,7860, karena Presiden Swiss National Bank (SNB), Martin Schlegel, memberikan sinyal perubahan dalam kebijakan moneter bank tersebut.
Schlegel mengamati dampak negatif konflik di Timur Tengah terhadap ekonomi Swiss pada Rapat Umum SNB sebelumnya pada hari Jumat dan menegaskan bahwa bank sentral siap menyesuaikan kebijakan moneter jika diperlukan serta memiliki “kemauan lebih tinggi” untuk melakukan intervensi di pasar Valas.
Perang Timur Tengah akan membebani pertumbuhan ekonomi
Presiden Bank Sentral Swiss menilai bahwa perang di Timur Tengah kemungkinan akan membebani pertumbuhan ekonomi tahun ini, tetapi ia memprakirakan pemulihan tertentu tahun depan. Mengenai inflasi, Schlegel mencatat bahwa harga akan tetap “sedikit lebih tinggi” dalam beberapa bulan mendatang, tetapi secara praktis tidak berubah dalam jangka menengah.
Komentar ini tampaknya menenangkan para investor, memberikan dukungan bagi Franc Swiss, yang telah terdepresiasi sekitar 0,6% minggu ini, seiring harapan penyelesaian konflik Timur Tengah memudar, dan harga minyak meningkat dengan Selat Hormuz yang telah ditutup selama delapan minggu.
Di AS, data ekonomi mendukung USD pada hari Kamis. Data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (IMP) S&P Global untuk bulan April menunjukkan aktivitas ekonomi yang kuat, dan klaim tunjangan pengangguran mengonfirmasi bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil meskipun terjadi kenaikan minggu lalu. Pada hari Jumat, semua mata akan tertuju pada konferensi pers Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan ketua Joint Chiefs of Staff, Dan Caine, mengenai Operasi Epic Fury di Iran, yang dijadwalkan pada pukul 13:00 GMT.
Pertanyaan Umum Seputar SNB
Bank Nasional Swiss (SNB) adalah bank sentral negara tersebut. Sebagai bank sentral yang independen, mandatnya adalah untuk memastikan stabilitas harga dalam jangka menengah dan panjang. Untuk memastikan stabilitas harga, SNB bertujuan untuk mempertahankan kondisi moneter yang sesuai, yang ditentukan oleh tingkat suku bunga dan nilai tukar. Bagi SNB, stabilitas harga berarti kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Swiss kurang dari 2% per tahun.
Dewan Pengurus Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank/SNB) memutuskan tingkat suku bunga kebijakan yang tepat sesuai dengan tujuan stabilitas harga. Ketika inflasi berada di atas target atau diperkirakan akan berada di atas target di masa mendatang, bank ini akan berupaya mengendalikan pertumbuhan harga yang berlebihan dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Franc Swiss (CHF) karena suku bunga tersebut menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.
Ya. Bank Nasional Swiss (SNB) secara berkala melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah Franc Swiss (CHF) menguat terlalu tinggi terhadap mata uang lain. CHF yang kuat akan melemahkan daya saing sektor ekspor negara yang sangat kuat tersebut. Antara tahun 2011 dan 2015, SNB menerapkan patokan terhadap Euro untuk membatasi kenaikan CHF terhadapnya. Bank tersebut melakukan intervensi di pasar dengan menggunakan cadangan devisanya yang besar, biasanya dengan membeli mata uang asing seperti Dolar AS atau Euro. Selama periode inflasi tinggi, terutama yang disebabkan oleh energi, SNB menahan diri untuk tidak melakukan intervensi pasar karena CHF yang kuat membuat impor energi menjadi lebih murah, sehingga meredam guncangan harga bagi rumah tangga dan bisnis Swiss.
SNB melakukan pertemuan sekali dalam satu kuartal – pada bulan Maret, Juni, September dan Desember – untuk melakukan penilaian kebijakan moneter. Setiap penilaian ini menghasilkan keputusan kebijakan moneter dan publikasi prakiraan inflasi jangka menengah.