- Kekuatan Penjualan Ritel AS menantang klaim bahwa kebijakan bersifat restriktif.
- Dot plot The Fed dapat menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga akhir tahun.
- Peringatan Trump tentang Iran menjaga risiko geopolitik tetap menjadi fokus.
Harga Emas (XAU/USD) naik 0,77% pada hari Rabu saat para pedagang menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang pertama dipimpin oleh Kevin Warsh, di mana bank sentral diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil di tengah lonjakan inflasi yang dipicu oleh perang Iran. Pada saat berita ini ditulis, pasangan aset XAU/USD diperdagangkan di $4.358 setelah memantul dari level terendah harian $4.317.
XAU/USD naik saat para pedagang bersiap untuk proyeksi The Fed
Logam kuning ini bergerak maju di tengah spekulasi yang berkembang bahwa The Fed bisa menjadi sedikit hawkish dalam pertemuan pertama Warsh di bank sentral. Pekan lalu, data CPI dan PPI AS lebih tinggi dari yang diprakirakan, dan laporan Penjualan Ritel Mei yang kuat menunjukkan bahwa kebijakan tidak seketat yang diungkapkan oleh beberapa pejabat The Fed.
Selain keputusan The Fed, para pejabat akan memperbarui proyeksi ekonomi mereka mengenai PDB, inflasi, dan jalur suku bunga menuju akhir 2026.
Penjualan Ritel AS untuk Mei naik 0,9% MoM, mengalahkan prakiraan 0,5%, menurut Biro Sensus AS. Penjualan di stasiun bensin naik 3,4% karena harga bensin yang lebih tinggi di tengah ketegangan Iran. Data ini menunjukkan ketahanan konsumen, dengan 11 dari 13 kategori mengalami pertumbuhan.
Sejauh ini, data Prime Terminal menunjukkan bahwa para pedagang memperkirakan probabilitas 20% bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga pada akhir 2026.

Imbal hasil Treasury AS tetap stabil menjelang keputusan The Fed. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun datar di 4,432%. Greenback mencatat kenaikan moderat sebesar 0,01% menurut Indeks Dolar AS (DXY). DXY, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berada di 99,69.
Suara geopolitik mereda sejak AS dan Iran menyepakati Nota Kesepahaman (MOU) yang membuka jalan bagi gencatan senjata selama 60 hari, bertujuan untuk membicarakan program nuklir Teheran dan bahwa mereka tidak diizinkan memiliki senjata nuklir. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan itu belum final dan dia bisa melanjutkan pengeboman jika Iran tidak berperilaku baik.
Prospek teknis XAU/USD: Emas naik, namun terhenti di dekat $4.400
Harga Emas tetap dalam rotasi sideways, dengan para investor menunggu keputusan kebijakan pertama Warsh. Momentum tetap campuran, seperti yang digambarkan oleh Relative Strength Index (RSI). RSI mengarah ke atas, meskipun berada di wilayah bearish, sebuah pembacaan yang mengindikasikan kehati-hatian.
Jika XAU/USD berhasil menembus Simple Moving Average (SMA) 200-hari secara tegas di $4.458, resistance berikutnya adalah level $4.500. Di atas area ini terdapat SMA 50-hari di $4.571.
Ke bawah, support pertama Emas adalah swing low 15 Juni di $4.262, sebelum level psikologis $4.200. Di bawah area ini, area minat berikutnya adalah swing low 11 Juni di $4.023, sebelum level $4.000.

Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.