Support dan resistance adalah dua konsep teknikal paling fundamental dalam trading Forex. Keduanya menjadi dasar membaca arah harga, mengelola risiko, hingga menyusun strategi entry–exit yang lebih terukur. Trader profesional menganggap level-level ini sebagai “peta psikologis pasar” yang mencerminkan area konsensus antara buyer dan seller.
Artikel ini membahas definisi, cara menentukan level support-resistance, serta bagaimana menerapkannya sebagai strategi trading yang sistematis.
Pengertian Support & Resistance
Apa itu Support?
Support adalah zona harga di mana tekanan beli (demand) cenderung meningkat sehingga menahan harga agar tidak turun lebih dalam. Ketika harga menyentuh support, pasar menunjukkan respons berupa bounce karena buyer mulai mengambil posisi.
Secara psikologis, support menandai area “harga murah” menurut pelaku pasar sehingga minat beli meningkat.
Apa itu Resistance?
Resistance adalah zona kebalikan dari support: area dimana tekanan jual (supply) meningkat sehingga membatasi kenaikan harga. Banyak trader menganggap resistance sebagai “harga mahal”, sehingga potensi pembalikan atau konsolidasi lebih besar di area ini.
Mengapa Support-Resistance Penting bagi Trader Forex?
- Memberikan gambaran struktur pasar
- Menjadi acuan entry, stop loss, dan take profit
- Menghindari entry impulsif yang tidak terukur
- Menjadi basis strategi lanjutan seperti breakout dan pullback
Penelitian di bidang pasar keuangan menunjukkan bahwa level-level psikologis seperti support dan resistance sering menjadi area pembalikan signifikan karena pengaruh kolektif pelaku pasar dan algoritma trading (Murphy, 2019; Baur & Dimpfl, 2018).
Cara Menentukan Level Support dan Resistance
Menentukan level yang valid tidak hanya bergantung pada visual harga, tetapi juga pendekatan teknikal yang sistematis. Berikut beberapa metode yang paling digunakan trader profesional.
1. Swing High dan Swing Low
Cara paling klasik adalah menarik garis pada titik puncak (swing high) dan lembah (swing low). Level yang sering disentuh harga tanpa ditembus dianggap paling kuat.
Tips akurasi:
- Gunakan time frame besar (H4–Daily) untuk menemukan level utama
- Validasi dengan time frame kecil untuk entry
2. Level Psikologis
Harga bulat seperti 1.1000 atau 150.00 sering menjadi support-resistance alami. Banyak institusi dan algoritma menjadikan level ini sebagai acuan transaksi.
3. Moving Average (MA) Dinamis
Beberapa MA seperti MA50 atau MA200 bertindak sebagai support-resistance dinamis, terutama pada tren kuat.
Riset akademik menunjukkan bahwa indikator tren seperti MA terbukti membantu mengidentifikasi area pembalikan dan kecenderungan harga (Brock et al., 1992).
4. Fibonacci Retracement
Level 38.2%, 50%, dan 61.8% sering menunjukkan potensi area pantulan. Trader memadukan teknik ini dengan struktur swing untuk konfirmasi tambahan.
5. Volume Profile
Level dengan volume transaksi tinggi sering menjadi area support-resistance kuat, karena menandai konsensus harga antara buyer dan seller.
Strategi Trading Menggunakan Support-Resistance
Support-resistance tidak hanya sebagai garis pada chart—keduanya adalah basis strategi trading yang disiplin dan terukur.
1. Strategi Bounce (Pantulan)
Trader menunggu harga menyentuh support atau resistance, lalu entry sesuai arah pantulan.
Contoh skenario:
- Harga turun ke support kuat → cari sinyal bullish untuk buy
- Harga naik ke resistance penting → cari sinyal bearish untuk sell
Konfirmasi yang umum dipakai:
Candlestick reversal (pin bar, engulfing), RSI divergence, atau MA bounce.
2. Strategi Breakout
Breakout terjadi saat harga menembus level support atau resistance dengan momentum kuat. Strategi ini cocok ketika pasar sedang trending.
Cara meningkatkan probabilitas sukses:
- Tunggu close candle, bukan sekadar wick
- Volume meningkat
- Retest kembali ke level yang ditembus (break–retest)
Penelitian internasional menunjukkan bahwa breakout dengan volume tinggi cenderung melanjutkan tren (Chan, 2000).
3. Menggunakan Support-Resistance untuk Risk Management
Support-resistance merupakan acuan terbaik untuk:
- Menempatkan stop loss (di luar level kunci)
- Menentukan take profit secara objektif
- Menghindari risiko overtrading
Trader institusi sering menggunakan pendekatan proporsional seperti risk-to-reward ratio 1:2 atau 1:3 dengan basis level support-resistance.
Support dan resistance adalah fondasi utama dalam analisis teknikal Forex. Keduanya menyediakan struktur pasar yang membuat trader dapat membaca momentum, mengantisipasi pembalikan, dan mengatur risiko secara objektif. Dengan metode identifikasi yang tepat—swing high/low, level psikologis, Fibonacci, hingga MA—trader dapat menyusun strategi bounce, breakout, dan manajemen risiko yang lebih konsisten.
Dalam pasar Forex yang sangat dinamis, memahami support-resistance bukan hanya teori, tetapi keterampilan praktis yang membedakan trader disiplin dari trader impulsif.
Ingin mengembangkan strategi trading berbasis level teknikal dengan disiplin profesional? Pelajari berbagai pendekatan price action, indikator, hingga manajemen risiko melalui panduan dan analisis resmi Valbury untuk menyempurnakan performa trading Anda.